
BDF Bukan Forum Pencari Solusi

Nusa Dua, (Antara) - Forum Demokrasi Bali (BDF) bersifat inklusif, terbuka dan konstruktif serta tidak bertujuan untuk membahas permasalahan negara tertentu atau mencari solusi. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pernyataan pressnya di Nusa Dua, Bali, Kamis, setelah menyampaikan pidato dalam pembukaan BDF VI. "Saya ingin mengingatkan bahwa BDF forum yang bersifat inklusif, terbuka dan konstruktif. Sejak didirikan pada 2008 forum ini bukan untuk membahas permasalahan di negara tertentu atau untuk mencari solusi," katanya. Presiden menambahkan, melalui BDF diharapkan semua partisipan dapat saling berbagi pengalaman masing-masing dalam menerapkan demokrasi. BDF juga merupakan forum untuk berbagi pandangan tentang tantangan penerapan demokrasi di masa depan. "Kalau saya boleh simpulkan, semua bersetuju bahwa tantangan utama adalah bagaimana menyerasikan antara demokrasi, kebebasan, dan kemanusiaan dengan kepentingan pembangunan, dengan kepentingan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas serta penegakan hukum," katanya. Untuk kasus Indonesia, kata Presiden, tantangan lebih besar mengingat Indonesia adalah negara yang sangat majemuk. Dalam sesi debat BDF kali ini, menurut Presiden mengemuka sejumlah isu terkait demokrasi yang menarik antara lain adalah demokrasi merupakan proses yang berkelanjutan, bersifat universal sekaligus lokal, serta memerlukan penegakan hukum dalam pelaksanaannya. Sesi debat itu, lanjut Presiden, juga menyoroti tentang kesetimbangan keamanan dan kebebasan, keperluan melibatkan kaum perempuan dan kaum muda dalam penguatan demokrasi, perlunya semangat dan sikap yang moderat dan penuh toleransi dalam mengawaki dmokrasi yang dijalankan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, serta permasalahan yang melibatkan media sosial atau dunia maya. BDF kali ini dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, dan PM Timor Leste Xanana Gusmao. Selain dihadiri tiga kepala pemerintahan, BDF VI juga dihadiri perwakilan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan sejumlah pengamat internasional dari luar kawasan Asia Pasifik. BDF merupakan forum tahunan yang dimulai pada 2008 untuk mendiskusikan perkembangan demokrasi di kawasan Asia Pasifik yang bertujuan mempromosikan dan mendorong kerja sama internasional dan kawasan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
