
Tembakau Deli warisan sejarah

Ia sangat mengapresiasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 1 yang membuka pintu bagi Unimed untuk melakukan kuliah lapangan kali ini.
"Ke depan mungkin akan muncul gagasan kerja sama lain, seperti membuat ajang tembakau Deli yang berpusat di sekitar Kebun Helvetia," ujarnya.
Data PTPN 1 Regional 1 Kebun Helvetia Deli Serdang menargetkan, pada 2025 memproduksi sekitar 14 ton daun tembakau kering di areal tanaman tembakau Deli seluas 20 hektare.
"Kawasan ini bisa menjadi objek wisata agro sekaligus sejarah tentang tembakau Deli khususnya," tutur Ichwan.
Manager Unit Tanaman Tembakau Hendri Hutabarat dan pejabat terkait menerima sekitar 50 mahasiswa Jurusan Sejarah FIS Unimed melakukan kunjungan ke kebun tembakau Deli di Kebun Helvetia.
Ia menjelaskan tentang bagaimana proses penanam tembakau Deli mulai penyiapan lahan, penanaman hingga panen daun tembakau kualitas ekspor tersebut.
"Tembakau Deli ini merupakan tanaman tropis yang istimewa sejak dikembangkan era kolonial pada 1863. Saat ini PTPN 1 Regional 1 yang dahulu dikenal PTPN 2 adalah pewaris tanaman bergengsi di pasar internasional," kata Hendri.
Meskipun tidak seluas di masa jayanya, kata dia, PTPN 1 Regional 1 mencoba membudidayakan tembakau tidak hanya sebatas memproduksi daun tembakau, namun juga melakukan hilirisasi diolah menjadi cerutu.
Pada musim tanam 2025, PTPN 1 Regional 1 Kebun Helvetia menanam tembakau Deli di areal 20 hektare yang dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama, seluas 10 hektare sudah selesai dipanen dan saat ini memasuki masa fermentasi di gudang sortasi Desa Tandem, Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Sementara tahap kedua seluas 10 hektare sudah berusia 25 hari mulai dipanen sekitar dua pekan ke depan," ujar Hendri.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sejarawan: Pertahankan tembakau Deli jadi warisan sejarah
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
