Kabupaten Solok tercepat dalam pembentukan KMP

id Pemkab Solok, raih penghargaan, atas percepatan, pembentukan KMP

Kabupaten Solok tercepat dalam pembentukan KMP

Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra saat mendapat penghargaan atas percepatan pembentukan Koperasi desa (Komdes) Merah Putih. ANTARA/HO-Diskominfo Solok.

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menjadi daerah tercepat dalam pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di Provinsi Sumatera Barat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok dan mewakili Bapak Bupati Jon Firman Pandu, saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi ini," ujar Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra di Solok, Jumat.

Lebih lanjut, ia mengatakan capaian tersebut adalah hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dan masyarakat setempat.

Selain itu, hingga awal Mei 2025 sebanyak 69 nagari di Kabupaten Solok telah melaksanakan musyawarah nagari khusus dan 67 di antaranya telah memiliki struktur kepengurusan koperasi secara resmi.

Dua nagari lainnya dalam tahap finalisasi. Capaian ini menjadikan Kabupaten Solok sebagai contoh pelaksanaan terbaik program Koperasi Merah Putih di tingkat nasional.

Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025.

Program ini bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui koperasi modern sebagai pusat distribusi pangan murah dan pengendali harga bahan pokok di tingkat nagari.

“Ke depan, Kabupaten Solok siap menjadi role model nasional dalam menggerakkan koperasi sebagai motor ekonomi desa,” kata Candra.

Candra juga menerangkan tujuan pembentukan KMP adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Untuk itu, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar pembentukan koperasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa dan kelurahan.

Ia melanjutkan KMP merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, dan pemerataan ekonomi di desa dan kelurahan.

Oleh karena itu, menurutnya, koperasi tersebut tidak saja berfungsi sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai alat strategis negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan.

"Saya yakin koperasi ini akan menjadi pusat aktivitas ekonomi nagari, meliputi pengelolaan bahan pokok murah, serta distribusi pangan," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Koperasi RI Ferry Jualiantono dalam forum dialog nasional di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (29/5).

Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Arya Bima, Gubernur Sumbar Mahyeldi, serta Tim Satgas Nasional Koperasi Merah Putih yang memberikan arahan strategis untuk keberlanjutan program ini.

Pewarta :
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.