
BEI Masih Siapkan Sistem Perdagangan Kebijakan Baru

Jakarta, (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menyiapkan sistem perdagangan terkait pelaksanaan kebijakan baru yakni penurunan jumlah saham dalam satuan lot dan fraksi harga (tick price) dalam aktivitas tawar menawar saham di pasar reguler. "Banyak yang harus dipersiapkan seperti sistem perdagangan, dan lainnya," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa. Samsul mengatakan bahwa pelaksanaan rencana kebijakan baru Bursa itu dapat dilakukan pada 6 Januari 2014 jika persiapan sistem perdagangan belum sempurna. Rencana sebelumnya, pelaksanaan penurunan jumlah saham dari 500 lembar menjadi 100 lembar dalam satuan lot dan fraksi harga baru itu akan diberlakukan pada 2 Desember 2013. Ia mengharapkan dengan adanya penurunan jumlah saham dalam satuan lot itu dapat meringankan investor terutama ritel dalam mengakumulasi saham sehingga transaksi dapat lebih semarak. Demikian juga dengan fraksi harga baru dapat membuat keberhasilan transaksi saham di BEI menjadi lebih baik. "Kebijakan itu untuk menyempurnakan struktur pasar saham di BEI. Tujuan Bursa itu agar tercapainya likuiditas lebih baik," kata Samsul Hidayat. Di samping likuiditas, lanjut dia, BEI juga wajib menyelenggarakan perdagangan yang teratur dan efisien dengan harga saham yang wajar. Saat ini, Bursa menetapkan lima kelompok fraksi harga yakni, nilai saham di bawah Rp200 memiliki fraksi harga Rp1, saham Rp200-Rp500 dengan fraksi harga Rp5, saham Rp500-Rp2.000 memiliki fraksi harga Rp10, saham Rp2.000-Rp5.000 dengan fraksi harga Rp25, dan saham Rp5.000 dengan fraksi harga Rp50. Rencananya, BEI akan mempersempit kelompok fraksi harga itu menjadi tiga yakni, nilai saham kurang dari Rp500 memiliki fraksi Rp1, saham Rp500-Rp5.000 sebesar Rp5, dan harga saham lebih dari Rp5.000 dengan fraksi Rp25. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
