Logo Header Antaranews Sumbar

Bom Tewaskan Prajurit Pakistan

Senin, 28 Oktober 2013 05:19 WIB
Image Print

Miranshah, Pakistan, (Antara/AFP) - Ledakan bom pinggir jalan Minggu menewaskan seorang prajurit Pakistan dan mencederai tiga lain di sebuah daerah suku bergolak Pakistan dekat perbatasan dengan Afghanistan, kata beberapa pejabat. Ledakan itu terjadi di Chashma Pul, dua kilometer sebelah timur Miranshah, ibu kota daerah suku Waziristan Utara, yang dikenal sebagai pangkalan Taliban dan gerilyawan yang terkait dengan Al Qaida. "Sebuah bom rakitan yang dipasang di pinggir jalan meledak ketika konvoi sedikitnya 35 kendaraan militer lewat, menewaskan satu prajurit dan mencederai tiga lain," kata seorang pejabat keamanan setempat kepada AFP. Seorang pejabat keamanan lain mengkonfirmasi insiden itu dan jumlah korban. Ia menyatakan, pasukan keamanan juga menjinakkan dua bom yang dipasang di lokasi-lokasi berbeda di daerah berdekatan Mir Ali. Bom-bom rakitan merupakan senjata utama militan yang menyerang pasukan pemerintah di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan baratlaut, dan daerah-daerah suku yang berbatasan dengan Afghanistan. Waziristan Utara adalah salah satu dari tujuh daerah di kawasan suku semi-otonomi Pakistan, dimana Taliban dan militan terkait Al Qaida memiliki pangkalan-pangkalan yang digunakan untuk merencanakan serangan di Afghanistan. Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007. Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS. Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan. Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan. Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan. Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror. Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan. Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026