Logo Header Antaranews Sumbar

Keamanan Libya Sesumbar Telah "Menangkap" Perdana Menteri

Senin, 21 Oktober 2013 21:23 WIB
Image Print

Benghazi, Libya, (Antara/AFP) - Kepala keamanan Libya, yang dituduh terlibat dalam penculikan Perdana Menteri Ali Zeidan 10 hari lalu, pada Minggu mengatakan berada di balik "penahanan" itu dan merasa bangga dengan tindakan tersebut. Kelompok bersenjata menangkap Zeidan di hotel di Tripoli pada 10 Oktober, sebelum dibebaskan kembali dan muncul di televisi beberapa jam kemudian. Ketika muncul di televisi, Zeidan menuding sebuah partai politik berada di balik percobaan "kudeta". "Saya adalah orang yang menahan Ali Zeidan dan saya bangga akan hal itu," kata Abdelmonem Essid, kepala unit anti-kejahatan kementerian dalam negeri Libya, kepada para wartawan di Tripoli. Essid mengeluarkan pernyataan itu dalam sebuah jumpa pers yang diadakan oleh dua anggota Islamis Kongres Nasional Jenderal, Mohammed al-Kilani dan Mustafa al-Triki, untuk membantah keterlibatan mereka dalam penculikan singkat tersebut. Zeidan mengatakan ketiga sosok itu merupakan sebagian dari para pemimpin "penculikan," dan pemerintah menyiratkan bahwa masalah itu terkait dengan asas peradilan. Esside berupaya untuk mencari pembenaran bagi tindakan "penahanan" dengan menuduh Zeidan terlibat dalam dua kasus obat-obatan terlarang dan korupsi. "Obat-obatan terlarang itu disita dari mobil Ali Zeidan pada bulan Juni," kata Essid. Ia mengatakan tidak ada "bukti bahwa Zeidan mendapatkan kekebalan". Letupan Essid itu ditanggapi dengan bulan-bulanan di jaringan-jaringan media sosial, dengan beberapa orang menyebut pernyataannya itu sebagai sebuah "lelucon". Sementara itu, kedua politisi Islamis mengatakan Zeidan telah mendepak mereka hanya untuk "menutupi kegagalannya" dalam menjalankan pemerintahan. Kilani dan Triki mengaku mencoba menurunkan pemerintahan Zeidan, namun menambahkan bahwa mereka tidak bisa mengumpulkan cukup dukungan di Kongres. Pada Senin, Zeidan menekankan bahwa para penangkapnya telah memaksanya untuk mengundurkan diri. Perdana menteri itu mengatakan pada jumpa pers terpisah bahwa para anggota Kongres telah "gagal menggulingkan pemerintahan dengan jalan demokratis dan berupaya menggunakan kekuatan untuk mencapai tujuan mereka". Penculikan itu menggambarkan keadaan kacau pengamanan Libya. Berbagai unit dijalankan para bekas pemberontak dari pemberontakan tahun 2011. Pihak berwenang telah memberikan tugas kepada sejumlah milisi untuk mengisi kekosongan setelah jatuhnya lembaga-lembaga kenegaraan sejak pemberontakan menggulingkan Moamer Kadhafi. Kadhafil ditangkap dan tewas di kota tempatnya berasal, Sirte, pada 20 Oktober 2011. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026