Logo Header Antaranews Sumbar

Pemberontak Renamo Tewaskan Tujuh Prajurit Mozambik

Jumat, 18 Oktober 2013 08:31 WIB
Image Print

Maputo, (Antara/Reuters) - Tersangka gerilyawan Renamo menewaskan tujuh prajurit Mozambik dalam satu penyergapan pada Kamis (17/10) di dekat bekas kubu gerilyawan di gunung terpencil, saat letusan paling akhir aksi perlawanan, kata media setempat. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Cristovao Chume mengkonfirmasi serangan terhadap patroli militer di dekat Gorongosa, di bagian tengah negara yang dicabik perang di Afrika Selatan tersebut. Namun ia membantah ada prajurit yang telah tewas. Ia memberitahu wartawan dua anggota milisi Renamo telah tewas dalam baku-tembak. Mozambik telah menjadi salah satu ekonomi yang tumbuh paling cepat di Afrika dalam tiga tahun belakangan, kebanyakan akibat arus penanaman modal ke sektor gas alam lepas pantai dan tambang batu baranya. Namun, bentrokan sporadis antara Renamo dan pasukan pemerintah tahun ini telah membayangi "booming" tersebut, meskipun kemungkinan kecil mengenai kembalinya perang saudara besar-besaran yang berakhir 1992, setelah tewasnya jutaan orang, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Serangan Renamo pada April dan Juni di provinsi Sofala di bagian tengah menewaskan sedikitnya 11 prajurit dan polisi dan enam warga sipil, dan memaksa dihentikannya untuk sementara sebagian ekspor batu bara lewat jalur kereta. Lalu lintas darat juga terpengaruh dan pembatalan kunjungan wisawatan berlanjut. Renamo dibentuk sebagai kelompok gerilyawan anti-komunis pada 1970-an oleh dinas rahasia Rhodesia, yang diperintah orang kulit putih, dan telah menjadi kelompok oposisi utama Mozambik sejak berakhirnya konflik 16 tahun pasca-kemerdekaan di bawah partai Frelimo. Banyak pengulas mengatakan serangan tahun ini adalah reaksi dari kelompok itu didesak oleh Frelimo, yang diperkirakan akan mendominasi pemilihan pemerintah kota praja --yang dijadwalkan berlangsung pada November dan pemilihan umum cuma setahun kemudian.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026