Logo Header Antaranews Sumbar

RI-Malaysia Kerjasama Bangun PLTU Peranap Riau

Senin, 15 Oktober 2012 12:16 WIB
Image Print
Milawarma

Nusa Dua, Bali, (ANTARA) - Dua BUMN PT Bukit Asam (Persero) dan PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian bersama (JDA) dengan perusahaan listrik Malaysia Tenaga Nasional Berhad dalam pembangunan PLTU berkapasitas 800-1.200 MW di Peranap Indragiri Hulu, Riau. Penandatanganan JDA dilakukan oleh Dirut PTBA Milawarma, Dirut PLN Nur Pamudji dan CEO TNB Datuk Azman Mohd saat pembukaan "Conference Of Electricity Power Supply Industri" (CEPSI) ke-19 di Nusa Dua Bali, Senin. Perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU bagi proyek yang sama pada 18 Juni 2012 di Jakarta. Dirut PTBA Milawarma kepada pers mengatakan dalam JDA PLTU Peranap antara lain disebutkan bahwa sebagian dari energi yang dihasilkan akan diekspor ke Malaysia melalui kabel bawah laut yang jaraknya relatif dekat dari lokasi PLTU Peranap. Sebagian lagi akan disuplai ke sistem kelistrikan PLN. Secara umum PTBA akan bertanggungjawab dalam penyiapan pengembangan tambang batu bara, PLN menyiapkan pengembangan PLTU Mulut Tambang dan pihak TNB untuk membangun jaringan listriknya menuju Telok Gong di Melaka, Malaysia. Untuk merealisasikan proyek pembangunan PLTU Peranap, ke tiga perusahaan sepakat membentuk tiga perusahaan baru. Masing-masing perusahaan tambang untuk pasokan batu bara, perusahaan patungan untuk pengembangan PLTU dan perusahaan patungan bagi pembangunan transmisi dari Peranap ke Malaysia. "Dari ke tiga perusahaan itu, PTBA akan menempati posisi sebagai pemegang saham mayoritas untuk perusahaan yang menyediakan batu bara," kata Milawarma. Sebagian wilayah tambang PTBA di Peranap dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan PLTU tersebut. Volume batu bara yang dibutuhkan per tahunnya mencapai sekitar 8,4 juta ton. PTBA wilayah Peranap memiliki sumber daya batu bara sebesar 792 juta ton dan cadangan tertambang sebesar 367 juta ton. "Ini merupakan bagian dari total sumberdaya batu bara PTBA sebesar 7,29 miliar ton dan cadangan tertambang sebesar 1,99 miliar ton," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026