
Biaya Peringatan 120 Tahun Mao 2,5 Miliar Dolar

Beijing, (Antara/AFP) - Lebih dari 2,5 miliar dolar AS disediakan untuk biaya perayaan hari lahir pendiri Komunis China Mao Zedong ke-120 di kampung halamannya, media setempat melaporkan, sehingga memicu keributan pada Kamis. Mao, yang memimpin Partai Komunis dan menang dalam perang saudara di China, dilahirkan di Shaoshan di pusat Provinsi Hunan pada 26 Desember 1893. Kota Xiangtan, yang meliputi Shaoshan, membelanjakan 15,5 miliar yuan atau setara dengan 2,54 miliar dolar AS untuk 16 proyek terkait dengan acara tersebut, tulis Changsha Evening News. Proyek itu meliputi pemugaran pusat pariwisata dan pelestarian bekas rumah tinggal Mao. Pekerjaan lain juga termasuk menambah infrastruktur seperti stasiun kereta api cepat dan jalan bebas hambatan untuk memberi kesan bagi pengunjung yang diperkirakan akan membanjir. Pihak berwenang di daerah Xiangtan memuji peringatan itu dengan mengatakan, "Penting untuk mengesampingkan yang lain pada saat ini," tulis Global Times, yang dekat dengan partai berkuasa, dalam laporannya pekan awal pekan ini. Namun orang-orang China pengguna Internet bereaksi terhadap pemakaian dana 15,5 miliar yuan -- naik dari 1,95 miliar yuan yang direncanakan semula -- membuat marah mereka. "Berapa banyak dana diperlukan untuk mengatasi pencemaran?" unggah seseorang pada laman Sina Weibo. "Berapa yang diperlukan untuk menyediakan asuransi kesehatan, berapa yang diperlukan untuk menyediakan makan siang bagi siswa-siswa di daerah miskin?" "Saya heran mereka menghabiskan uang sebesar itu untuk orang yang sudah meninggal, seorang laki-laki yang kontroversial." Adalagi yang menulis seperti ini, "Ekonomi Xiangtan tidak terlalu bagus, banyak orang yang dirumahkan oleh perusahaan milik pemerintah. Dan mereka menghambur-hamburkannya! Saya 'bangga' pada mereka. Pegawai Xiangtan sebenarnya harus melayani siapa?" Pengeluaran kota itu merupakan bagian dari perayaan yang lebih luas untuk peringatan Mao di seluruh China. Peninggalan mendiang pemimpin itu sering dihubungkan dengan kekhawatiran Barat seperti Lompatan Ke Depan Besar China ke Depan, pada saat puluhan juta warga China meninggal akibat kelaparan dan Revolusi Budaya. Tetapi di China sendiri banyak orang lebih memperhatikan tahun-tahun awal revolusioner dan perannya dalam membentuk Republik Rakyat pada 1949. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
