Logo Header Antaranews Sumbar

Pemimpin Kurdi Masih Harapkan Kesepakatan Perdamaian Turki

Selasa, 15 Oktober 2013 12:59 WIB
Image Print

Ankara, (Antara/AFP) - Pemimpin Kurdi Abdullah Ocalan yang dipenjarakan Senin mengatakan ia masih berharap kesepakatan perdamaian dengan negara Turki memungkinkan, tetapi berpendapat bahwa Ankara perlu menggeser proses ke "gigi baru". "Proses yang kami mulai tahun lalu memiliki makna yang besar," kata pemimpin separatis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dalam satu pernyataan yang disampaikan oleh anggota parlemen pro-Kurdi yang mengunjunginya di penjara. "Saya masih berharap untuk proses ini," katanya, memperingatkan bahwa bagaimanapun "perundingan yang berarti dan berorientasi pada hasil" sangat dibutuhkan untuk menghindari runtuhnya upaya mengakhiri pemberontakan selama tiga dekade yang telah menewaskan lebih dari 40.000 tewas. "Saya telah mempresentasikan proposal saya kepada negara baik secara tertulis maupun lisan. Saya sedang menunggu respon negara yang bermakna, pembicaraan yang mendalam," kata Ocalan tanpa menjelaskan lebih lanjut. Pada Maret, Ocalan mengumumkan gencatan senjata setelah beberapa bulan melakukan perundingan-perundingan rahasia dengan dinas rahasia Turki. Tetapi PKK, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki dan sekutu Baratnya, menangguhkan perjanjian dan menarik pejuangnya dari tanah Turki bulan lalu, setelah menuduh Ankara gagal untuk mengadakan tawar-menawar. Dalam pertukaran untuk penarikan pasukannya di pangkalan-pangkalan di Irak, PKK telah mengubah tuntutan untuk sistem pemilu, hak atas pendidikan dalam bahasa Kurdi dan tingkat otonomi daerah. Pada 30 September, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengumumkan paket reformasi demokrasi, banyak dari mereka bertujuan untuk meningkatkan hak-hak yang cukup besar di masyarakat Kurdi. Namun PKK berpendapat bahwa reformasi gagal dalam tempo singkat, dan menuduh Erdogan mencoba untuk membeli waktu dan berfokus pada pemilu berikutnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026