Logo Header Antaranews Sumbar

Pemimpin Kurdi Irak Minta Bantuan Senjata Kepada Jerman

Sabtu, 16 Agustus 2014 21:59 WIB
Image Print

Berlin, (Antara/Reuters) - Pemimpin Kurdi Irak meminta senjata kepada Jerman untuk membantu petempurnya memerangi gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan mengatakan negara asing harus mencarikan jalan untuk menutup sumber dana bagi kelompok itu. Uni Eropa (EU) pada Jumat memberikan lampu hijau kepada pemerintah EU memasok senjata dan peluru kepada petempur Kurdi jika diizinkan pemerintah Bagdad. Jerman menghindari keterlibatan langsung dalam konflik militer pada era pasca-perang dan survai surat kabar "Bild am Sonntag" mengisyratkan hampir tiga perempat dari warga Jerman menentang pengiriman senjata ke warga Kurdi. Tetapi menteri pertahanan Jerman mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan kemungkinan pengiriman perangkat keras militer. Masoud Barzani, presiden Kurdistan Irak, mengatakan para petempur Kurdi memerlukan lebih banyak bantuan kemanusiaan yang Jerman mulai kirim Jumat untuk membantu penduduk yang terpaksa melarikan diri akibat gerak maju kelompok garis keras Sunni. "Kami juga mengharapkan Jerman mengirim senjata-senjata dan amunisi kepada tentara kami agar kami dapat mengusir teroris-teroris ISIS," kata Barzani kepada majalah Jerman Focus. Ia mengatakan mereka membutuhkan pelatihan Jerman dan yang mereka sangat perlukan adalah senjata-senjata anti-tank. Dengan mengumumkan satu "kekhalifahan", yang terletak di daerah Irak dan Suriah, kelompok garis keras Islam itu menguasai daerah Irak utara dalam pekan-pekan belakangan ini, mengusir pasukan Kurdi dan puluhan ribu warga Kristen dan Yazidi dari rumah-rumah mereka. Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen berusaha meredakan harapan-harapan Kurdi dengan mengatakan pada Jumat bahwa pasukan di Irak dilatih dengan senjata-senjata rancangan Sovyet dan karena itu pelatih tidak dapat dikirim. Tetapi Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier mendukung kemungkinan pengiriman lebih banyak bantuan kemanusiaan. Berbicara di Baghdad dalam perjalanannya ke ibu kota wilayah Kurdi, Arbl, ia mengatakan ia akan akan berbicara dengan Barzani Sabtu untuk menjajaki apa yang lebih dibutuhkan Kurdi, dan kemudian akan memutuskan apa yang akan dilakukan Jerman. Steinmeier mengatakan pengangkatan Haider al-Abadi sebagai perdana menetri Irak pekan ini adalah satu "secercah harapan" karena akan membuat lebih mungkin untuk membentuk satu pemerintah yang mewakili seluruh wilayah dan sekte agama Irak. Barzani mengatakan pemerintah-pemerintah luar negeri harus mencari jalan untuk memotong sumber-sumber dana ISIS. "Sumber pertama dari pendapatan ISIS adalah dari ladang-ladang minyak di Suriah. selain itu mereka mencuri lebih dari satu miliar dolar dari bank-bank pemerintah di Mosul dan Tikrit. Mereka juga mendapat dukungan dana dari egara negara lain dan donor-donor. Ia memperkirakan ISIS mengambil tiga juta dolar setiap hari melalui pajak-pajak wajib dan pencurian minyak. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026