Logo Header Antaranews Sumbar

Indonesia Tetap Berharap Obama Hadiri APEC

Rabu, 2 Oktober 2013 18:46 WIB
Image Print

Nusa Dua, Bali, (Antara) - Indonesia masih berharap Presiden Amerika Serikat Barack Obama tetap menghadiri pertemuan tingkat tinggi para pemimpin forum APEC di Nusa Dua, Bali, 7--8 Oktober 2013, mengingat pentingnya pertemuan tersebut bagi pertumbuhan kawasan. "Kami masih belum menerima kabar konfirmasi ketidakhadiran Presiden Amerika Serikat Barak Obama di APEC 2013 ini. Jadi, kami tetap mempersiapkan kehadiran beliau," ujar Ketua Pertemuan Tingkat Pejabat Senior APEC 2013 Duta Besar Yuri Thamrin dalam jumpa pers reguler APEC di Nusa Dua, Bali. Sementara itu, Gedung Putih memastikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dijadwalkan akan tetap menghadiri pertemuan puncak APEC di Bali pekan depan, kemudian singgah ke Brunei tetapi membatalkan kunjungan ke Malaysia dan Filipina. Kepastian kehadiran Obama pada APEC 2013 itu disampaikan oleh pihak Gedung Putih dan rencananya akan bertolak ke Indonesia pada Minggu (6/10) malam. Sementara itu, Panitia Nasional Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) memastikan kehadiran Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada pertemuan internasional itu. "Sampai hari ini seluruhnya masih menyatakan konfirmasinya," kata Wakil Ketua Panitia Nasional KTT APEC 2013 Chairul Tanjung usai meninjau Media Center di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu. Menurut dia, baik pihak Kedutaan Besar, Kementerian Luar Negeri, dan petugas pengamanan presiden atau "Secret Service" Amerika Serikat menyatakan bahwa kehadiran presiden yang pernah tinggal di Jakarta itu. Meskipun masih menerima konfirmasi kehadiran, pihaknya tetap akan memonitor jadwal kedatangan presiden negeri adidaya tersebut. Dalam pernyataan terpisah Gedung Putih mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri John Kerry akan menggantikan Obama dalam kunjungan ke Malaysia dan Filipina. Obama sedianya akan melakukan perjalanan ke Bali, Indonesia untuk mengikuti APEC 2013, Brunei Darussalam untuk KTT Asia Timur, kemudian tur Malaysia dan Filipina. Secara logistik, itu tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan ini dalam menghadapi penghentian operasionalisasi pemerintahan AS kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Caitlin Hayden mengenai kunjungannya ke Malaysia dan Filipina. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026