
BPS: RTUP Kabupaten Solok Berkurang 2,88 Persen

Arosuka, Sumbar, (Antara) - Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok, Sumatera Barat menyatakan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) di daerah itu mengalami penurunan sebanyak 1.873 kepala keluarga (KK) pada 2013. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok, Istanto di Arosuka, Rabu, mengatakan angka itu berdasarkan hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2013 dimana rumah tangga usaha pertanian tinggal sebanyak 63.106 dari sebelumnya 64.979 kepala keluarga (KK) pada Sensus 2003."Dari data ini terjadi penurunan sebanyak 2,88 persen dari sensus sebelumnya," katanya.Menurut dia, penurunan rumah tangga usaha pertanian ini disebabkan beberapa hal seperti berkurangnya lahan pertanian akibat beralih fungsi menjadi permukiman dan usaha. Dengan demikian, penduduk beralih usaha ke sektor non pertanian yang disebabkan pendapatan di sektor pertanian cenderung lebih rendah dibandingkan di non pertanian.Selain itu, penduduk daerah bumi markisah itu sejak beberapa tahun belakangan cenderung memilih berusaha di sektor non pertanian.Berdasarkan hasil sensus pertanian 2013, kecamatan yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak adalah Kecamatan Lembah Gumanti 10.359 RTUP, Kecamatan Kubung sebanyak 7.741 RTUP, Kecamatan Gunung Talang 7.476 RTUP.Lalu, Kecamatan X Koto Singkarak sebanyak 5.493 RTUP, Kecamatan Lembang Jaya 4.966 RTUP, Kecamatan Pantai Cermin sebanyak 4.102 RTUP, Kecamatan Bukit Sundi sebanayak 4.010 RTUP, Kecamatan Danau Kembar sebanyak 3.826 RTUP, Kecamatan X Koto Diatas sebanyak 3.717 RTUP.Kecamatan Canduang sebanyak 1.868 RTUP, Kecamatan Ampek Koto sebanyak 1.368 RTUP, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 1.180 RTUP, Kecamatan Kamang Magek sebanyak 882 RTUP, Kecamatan Palupuh sebanyak 821 RTUP.Kemudian Kecamatan Hiliran Gumanti sebanyak 3.248 RTUP, Kecamatan Tigo Lurah sebanyak 2.337 RTUP, Kecamatan Junjung Sirih sebanyak 2.041 RTUP, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi sebanyak 1.962 RTUP, dan yang terakhir Kecamatan Payung Sekaki Sebanyak 1.728 RTUP. (**/cpw9)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
