
Wall Street Menguat Didukung Harapan "Shutdown"

New York, (Antara/AFP ) - Saham-saham di Wall Street berakhir naik pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah harapan bahwa penutupan kegiatan (shutdown) parsial pemerintah AS tidak akan secara serius merugikan perekonomian. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 62,03 poin (0,41 persen) menjadi ditutup pada 15.191,70. Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 13,45 poin (0,80 persen) pada 1.695,00, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 46,50 poin (1,23 persen) menjadi 3.817,98. Para analis mengatakan banyak investor sudah menghargakan penghentian layanan publik pemerintah, sehingga membatasi pukulannya ketika itu (shutdown) benar-benar terjadi pada Senin tengah malam (30/9). Juga, banyak yang memprediksi akan ada resolusi cepat. "Kebanyakan orang tampaknya cukup optimis bahwa di beberapa poin, kesepakatan akan tercapai dan tidak akan berjalan terlalu lama," kata William Lynch, direktur investasi pada Hinsdale Associates. Tetapi Mace Blicksilver, direktur Marblehead Asset Management, mengatakan akan "sangat sulit" untuk memperpanjang keuntungan jika penghentian kegiatan pemerintah berlangsung selama beberapa hari. Analis juga menunjuk sebuah laporan yang memperlihatkan manufaktur secara tak terduga meningkat pada September. Indeks pembelian manajer (PMI) untuk aktivitas manufaktur yang dirilis lembaga riset Institute for Supply Management naik menjadi 56,2 persen pada bulan lalu dari 55,7 persen pada Agustus. Apple melonjak 2,4 persen setelah aktivis investor Carl Icahn melaporkan bahwa ia melobi kepala eksekutif Apple Tim Cook untuk pembelian kembali saham 150 miliar dolar AS. Kedua pria itu melakukan makam malam "ramah" pada Senin malam, Icahn mengatakan melalui Twitter. Ford naik 1,9 persen setelah melaporkan kenaikan 6,0 persen pada penjualan mobil untuk September, merupakan penjualan September terbaik sejak 2006. Tetapi saingannya General Motors merosot 0,2 persen setelah mengungkapkan penurunan penjualan 11 persen dari setahun sebelumnya. Komponen Dow, Merck naik 2,4 persen setelah mengumumkan pengurangan lebih dari 8.500 pekerja dalam upaya untuk menghemat 2,5 miliar dolar AS biaya tahunan pada akhir 2015. Raksasa farmasi itu telah berada di bawah tekanan setelah berakhirnya paten pada beberapa obat utama. Pengecer daring (online) Amazon naik 2,7 persen setelah mengumumkan akan mempekerjakan lebih dari 70.000 pekerja penuh waktu sementara untuk musim ritel liburan, sebuah peningkatan 40 persen dibandingkan tahun lalu. Jaringan toko obat Walgreens melonjak 4,5 persen setelah membukukan laba 73 sen per saham mengalahkan harapan. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi negara AS bertenor 10-tahun naik menjadi 2,65 persen dari 2,62 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 3,72 persen dari 3,68 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
