Logo Header Antaranews Sumbar

Era Komunitas Asean Menuntut Standar Kompetensi

Kamis, 15 November 2012 15:21 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Era Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) yang akan dimulai tahun 2015 menuntut dimilikinya standar kompetensi sumber daya manusia, kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Masa depan ASEAN tidak ditentukan hanya oleh kondusifnya ekonomi, teknologi, budaya dan politik, melainkan juga dimilikinya keterampilan, keahlian dan kompetensi sumber daya manusia yang kompetitif," ujarnya saat membuka ASEAN Skills Competition 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu malam. Karena itu, upaya bersama dari negara-negara ASEAN untuk meningkatkan pembinaan sumber daya manusia yang antara lain melalui pelatihan dan kompetisi, dapat menjadi barometer kemajuan kerja sama di kawasan ini, kata Hatta dalam siaran pers yang diterima, Kamis. Pembukaan acara dua tahunan tersebut ditandai dengan pemukulan rampak gendang oleh Hatta dan Menakertrans Muhaimin Iskandar, selaku penyelenggara, disaksikan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini. Menko Perekonomian mengingatkan, pada era Komunitas ASEAN, salah satu pilar ASEAN sebagai single market dan production base adalah terjadinya aliran bebas barang, bebas jasa, bebas investasi, juga bebas tenaga kerja terdidik yang memiliki kompetensi berstandar internasional. Jika ASEAN dengan 600 juta penduduknya diisi oleh banyak tenaga kerja yang mengantungi standar kompetensi internasional, maka ASEAN niscaya akan menjadi pusat pertumbuhan di kawasan Asia, bahkan dunia, ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan rakyatnya. Bagi Hatta, ASEAN Skills Competition (ASC), sebagai ajang adu keterampilan kerja anak-anak muda se-ASEAN, memiliki relevansi untuk mendukung terwujudnya ASEAN sebagai kawasan dengan tenaga kerja yang mempunyai kapasitas dan kompetensi setara. "Karena itu, ASC harus dimaknai bukan sekadar kompetisi, melainkan juga ajang untuk meningkatkan kompetensi dan skill kita, sekaligus menyamakan standar keahlian di antara negara-negara ASEAN," pesan Hatta. Standar Kompetensi Selaku penyelenggara hajatan, Menakertrans Muhaimin Iskandar juga menggarisbawahi pentingnya ASC sebagai ajang untuk mengharmoniskan standar kompetensi, sekaligus instrumen evaluasi pencapaian kompetensi tenaga kerja, di tingkat nasional maupun regional ASEAN. "Kompetisi ini juga dapat menjadi salah satu referensi pengembangan sumber daya manusia yang terkini, baik bagi instansi pemerintah, institusi pendidikan, institusi pelatihan serta dunia industri," ujar Muhaimin. Secara keseluruhan, terdapat 22 kejuruan atau bidang keahlian yang dikompetisikan pada ASC 2012, ditambah satu kejuruan eksebisi merawat jompo (caring). Tiap satu kejuruan hanya diikuti oleh maksimal dua kompetitor (peserta kompetisi) dari masing-masing negara. "Sesuai ketentuan, ASC selalu diikuti oleh peserta yang berbeda. Peserta yang pernah ikut ASC, tidak boleh mengikuti ASC pada penyelenggaraan berikutnya." kata Menakertrans. ASC kali ini diikuti oleh 950 orang termasuk di antaranya 256 kompetitor (peserta kompetisi) yang berasal dari sembilan negara ASEAN, minus Myanmar. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026