Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar Miliki Potensi Menjadi Penghasil Ternak

Rabu, 25 September 2013 07:09 WIB
Image Print
Sapi potong (ilustrasi)

Padang, (Antara) - Dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) Jafrinur menilai Sumatera Barat memiliki potensi menjadi daerah penghasil ternak di Sumatera dengan menjadikan tiga kawasan sebagai basis. "Saat ini di Sumbar ada tiga daerah yang kita namakan sebagai triarga peternakan atau antara gunung Singgalang, Merapi, dan Sago, yang dapat dikembangkan sebagai kawasan penghasil ternak, untuk kebutuhan provinsi ini, bahkan untuk Sumatera ataupun pulau lain di Indonesia," kata Jafrinur, di Padang, Rabu. Dia menambahkan, potensi besar yang dimiliki daerah yang dinamakan triarga peternakan tersebut terdiri dari Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok Selatan, hingga Kabupaten Padang Pariaman, dikarenakan berbagai faktor yang mendukung pengembangan ternak. Jafrinur menjelaskna, potensi yang dimiliki daerah-daerah di Sumbar tersebut menjadi sentral produksi peternakan, didukung dari faktor alam, seperti geografinya, iklim, kemudian juga kultur masyarakat, ketersediaan lahan, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Ia menerangkan, untuk daerah-daerah tersebut, dalam jangka panjang, dengan bantuan dan juga perhatian dari pemerintah daerah, akademisi, dan lainnya, akan mampu menjadikan Sumbar sebagai sentral bagi produksi sapi potong, maupun sapi perah, ayam potong, hingga kerbau, dan mendukung ketersediaan komuditi tersebut secara nasional. Untuk mencapai hal tersebut, menurutnya saat ini para akademisi telah mendukung pemerintah daerah, salah satunya dengan bekerjasama dengan Dinas Peternakan Sumbar, dalam membuat rencana strategis menuju peternakan yang maju, dalam menjadikan sentral produksi ternak. "Jika kita bersama-sama mendukung rencana startegis ini, baik itu pemerintah, dunia pendidikan, pengusaha, peternak, dan masyarakat, maka dalam waktu lima hingga 10 tahun mendatang, provinsi ini akan dapat surplus dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, dari segi komuditi tersebut," jelasnya. Jafrinur menambahkan, saat ini impor daging bahkan susu masih tinggi, disebabkan belum terpenuhinnya kebutuhan produksi dalam negeri, sebab itu, perlu sistem pembenahan dalam peternakan, termasuk daerah ini. Sehubungan dengan itu, saat ini berdasarkan data yang ada, jumlah populasi ternak di provinsi itu, sekitar 500 ekor Sapi terbaik, dengan lokasi pengembangan Bibit ternak ada di kawasan Padang Mengatas, Kota Payakumbuh, dengan luas lahan lebih dari 280 hektare. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026