
London Bungkam Terkait Keberadaan "Perempuan Inggris" dalam Peristiwa di Nairobi

London, (Antara/AFP) - London, Selasa, menolak untuk menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Kenya bahwa seorang perempuan Inggris merupakan salah satu anggota milisi di balik serangan mematikan di pusat perbelanjaan di Nairobi. Namun Kementerian Luar Negeri memang mengatakan Inggris akan melakukan semua yang bisa untuk membantu membawa mereka yang bertanggung-jawab ke pengadilan. Menteri Luar Negeri Kenya Amina Mohamed mengatakan kepada televisi AS, PBS, bahwa dua atau tiga warga negara Amerika dan seorang wanita Inggris termasuk di antara mereka yang harus bertanggung-jawab dalam peristiwa pembantaian itu. "Dan dia, saya kira, melakukan ini berkali-kali sebelumnya," katanya kepada PBS. Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri di London mengatakan bahwa kementerian itu "menyadari" pernyataan Amina Mohamed. "Kami terus bekerja sama sangat erat dengan pemerintah Kenya dan mendukung penyelidikan mereka atas serangan ini," katanya. "Inggris akan melakukan segala yang bisa untuk mendukung Kenya membawa semua orang yang bertanggung-jawab atas serangan barbar ini ke pengadilan." Kelompok Somalia yang terkait Al Qaeda, Ash-Shabaab, telah mengklaim melakukan serangan tersebut, yang dimulai pada Sabtu, ketika orang-orang bersenjata masuk ke kompleks perbelanjaan, menembakkan granat dan senjata otomatis yang membuat para pembeli panik dan berebut untuk menyelamatkan diri. Setidaknya 62 pembeli dan pegawai tewas dan hampir 200 cedera dalam tragedi itu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
