Logo Header Antaranews Sumbar

BPPT: Kebun Energi Jamin Ketersediaan BBN

Senin, 23 September 2013 16:52 WIB
Image Print
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (Antara)

Jakarta, (Antara) - Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material Unggul Priyanto mengatakan kebun energi bisa menjamin ketersediaan Bahan Bakar Nabati (BBN). "Dengan adanya kebun energi dapat menjamin ketersediaan bahan baku BBN secara stabil baik harga maupun volumenya," ujar Unggul di Jakarta, Senin. Adanya kebun energi tersebut, lanjut dia, bisa direalisasikan dengan mengintegrasikan mata rantai bisnis dari hulu sampai ke hilir. "Saat ini, lahan sawit sudah mencapai 9 juta hektare dari keseluruhan potensi yang mencapai 45 juta hektare." Jadi, lanjut dia, peluang masih sangat terbuka untuk budi daya tanaman kelapa sawit untuk bahan bakar biodiesel, dan tidak akan berkompetensi dengan pangan karena produksi CPO sudah berlebih. "Dengan adanya kebun energi, maka harga bahan baku biodiesel seperti CPO bisa dibuat stabil karena hanya akan dipakai untuk biodiesel yang diproses dalam kawasan kebun energi tersebut,"tambah dia. Kebun energi tersebut, lanjut dia, tidak akan mengganggu bisnis CPO yang selama ini ada. Penggunaan BBN, lanjut dia, perlu digalakkan. Selain lebih hemat, penggunaan biodiesel yang merupakan BBN, bisa dijadikan solusi mengurangi impor BBM. Penggunaan BBN itu, lanjut dia, efektif untuk mengganti penggunaan solar dan premium. Untuk itu, sambung dia, perlu adanya kebijakan pemerintah untuk menggiatkan penggunaan biodiesel. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 25/2013, persentase pemakaian BBMn (biodiesel, bioethanol dan minyak nabati murni) sebanyak 10 persen. "Produksi biodiesel pada 2012 hanya 2,2 juta kilo liter, dari kapasitas terpasang sekitar 4,5 juta kilo liter. Jadi, masih ada peluang untuk meningkatkan produksi," katanya. Unggul berpendapat Indonesia harus memanfaatkan potensi yang ada tersebut daripada harus impor BBM yang menyebabkan defisit neraca perdagangan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026