Logo Header Antaranews Sumbar

Dirjen Pajak: Penerimaan Sektor Ekspor Belum Membaik

Senin, 23 September 2013 16:42 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengatakan penerimaan pajak tahun ini diperkirakan mengalami penurunan akibat penerimaan dari sektor ekspor yang belum membaik. "Belum membaik, pokoknya penerimaan pajak dari sektor ekspor belum baik," ujarnya di Jakarta, Senin. Fuad menjelaskan untuk mendorong penerimaan pajak, Direktorat Jenderal Pajak akan meningkatkan pendapatan dari sektor properti yang selama ini belum optimal dalam menyumbang penerimaan negara. "Oktober nanti akan keluar Surat Ketetapan Pajak (SKP), setelah pemeriksaan selesai. Kita tidak mau bikin target (penerimaan dari sektor properti)," katanya. Fuad tidak mau memprediksi seberapa besar penerimaan pajak yang dapat diterima oleh negara pada akhir tahun, dari keseluruhan target penerimaan perpajakan dalam APBN-Perubahan 2013 sebesar Rp1.148,4 triliun. Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan saat ini terlihat adanya penurunan dari sisi penerimaan pajak, namun penundaan pengurangan stimulus moneter dari Bank Sentral AS (The Fed) memberikan sinyal positif bagi perekonomian global. "Kondisi ini memiliki pengaruh tidak hanya pada penerimaan dan pertumbuhan ekspor, tapi juga mempengaruhi harga-harga komoditas kita di pasar global," ujarnya. Hingga 30 Agustus 2013, penerimaan perpajakan telah mencapai Rp657,3 triliun atau 57,2 persen dari target sebesar Rp1.148,4 triliun. Sedangkan, penerimaan pajak penghasilan (PPh) mencapai Rp321,4 triliun atau 59,7 persen dari target Rp538,8 triliun. Dari penerimaan PPh tersebut, penerimaan PPh migas mencapai Rp49,6 triliun atau 66,8 persen dari target Rp74,3 triliun dan PPh nonmigas mencapai Rp271,8 triliun atau 58,5 persen dari target Rp464,5 triliun. Realisasi PPh migas lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 75,8 persen. Namun, realisasi PPh nonmigas lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 57,4 persen. Sementara, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) baru mencapai Rp230,1 triliun atau 54,3 persen dari target Rp423,7 triliun. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 60,8 persen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026