Logo Header Antaranews Sumbar

FPG DPRD Padang Minta PDAM Tingkatkan Layanan

Sabtu, 14 September 2013 19:23 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang meminta PDAM daerah itu meningkatkan pelayanan baik menyangkut sumber daya manusia maupun jaminan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kota Padang M Dinul Akbar di Padang, Sabtu, mengatakan PDAM harus mencegah munculnya keluhan seperti air mati, air keruh, pelayanan lambat dan sebagainnya. "Air merupakan kebutuhan pokok manusia, sebab itu PDAM sebagai perusahaan daerah yang menangani hal tersebut, harus cepat tanggap atas semua kebutuhan warga, kebocoran diminimalkan. Perusahaan harus meningkatkan sumber daya manusia atau SDM terutama kualitasnya," kata Dinul. Dia menambahkan perusahaan daerah air minum (PDAM) juga harus memberi kontribusi pendapatan kepada daerah. Menurut dia, saat ini juga sudah disiapkan peraturan daerah terkait penambahan modal oleh Pemerintah Kota Padang untuk PDAM Padang. Tambahan penyertaan modal bagi PDAM sebesar Rp5 miliar itu tertuang dalam APBD Perubahan 2013. Dana tersebut merupakan hibah AUSaid kepada Pemerintah Indonesia yang diteruskan kepada PDAM melalui Pemkab dan Pemkot se-Indonesia. Menurut Dinul, perlunya peningkatan pelayanan oleh PDAM Padang, juga karena hingga saat ini belum semua masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah dapat menikmati air bersih dari perusahaan tersebut. Berdasarkan catatan PDAM Padang, hingga 2012, lebih dari 80.000 kepala keluarga menikmati air bersih dari PDAM, dan penambahan pelanggan setiap tahunnya mencapai 10.000 orang, dengan terget total pelanggan yang harus dipenuhi oleh PDAM hingga 2015 setidaknya 120.000 kepala keluarga. Sementara itu anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Demokrat Aswar Siri, menyatakan kebutuhan dasar masyarakat tersebut harus dipenuhi oleh PDAM, terutama bagi masyarakat menengah kebawah yang belum sepenuhnya dapat menikmati. "Sebab itu, PDAM harus meningkatkan akses jaringannya, disamping menjaga kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat termasuk juga dengan jumlah debitnya," jelas Aswar Siri. Ia menambahkan, PDAM juga harus cepat tanggap setiap kali terjadi bencana alam, sebab air bersih merupakan kebutuhan mendesak di setiap kawasan yang terdampak bencana, sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih harus benar-benar dapat dipenuhi oleh perusahaan tersebut. Selian itu, hingga saat ini masyarakat di daerah itu masih banyak yang mengeluhkan pelayanan PDAM setempat, sebab tidak jarang debit air yang disalurkan kecil sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan jasa dari perusahaan daerah tersebut. Terkait pelayanan tersebut Direktur Teknis PDAM Padang Edwar, menjelaskan dalam beberapa bulan terakhir memang terjadi kendala teknis PDAM yang disebabkan pemadaman listrik. "Pemadaman listrik juga berpengaruh terhadap PDAM, sebab kami harus menggunakan genset, ketika ada beberapa genset juga yang rusak maka pelayanan juga kurang optimal," jelasnya. Selain itu, PDAM Padang juga mengakui hingga saat ini 30 persen jaringan pipa mereka, masih dalam tahap perbaikan pascagempa bumi 2009. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026