
Sembilan Orang Cedera dalam Ledakan di Zamboanga, Filipina

Kota Zamboanga, Filipina, (Antara/Xinhua-OANA) - Sembilan orang, termasuk lima relawan Palang Merah, cedera pada Jumat, setelah satu granat yang ditembakkan oleh Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) meledak di Filipina Selatan. Semua korban sedang mencari perlindungan dari tembak beton bersama koresponden media dan tentarra ketika gerilyawan menembakkan granat. Serangan itu terjadi saat tank pengangkut personel militer menggempur posisi gerilyawan. Sedikitnya 19 gerilyawan ditangkap saat pasukan pemerintah berusaha menghapuskan gerilyawan yang menyandera 100 warga sipil sebagai tameng manusia. Militer menyatakan korban cedera paling akhir tersebut telah membuat jumlah orang yang cedera jadi 45 orang. Gerilyawan juga membakar beberapa bangunan tempat tinggal di desa Sta. Catalina dan Sta. Barbara. Bentrokan antara prajurit pemerintah dan anggota MNLF di Kota Zamboang memasuki hari kelima pada Jumat, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam. Hampir 200 anggota MNLF menyandera 160 sampai 180 orang di Kota Zamboanga pada Senin (9/9), setelah tentara pemerintah mencegah mereka mengibarkan bendera mereka di balai kota. MNLF dulu adalah kelompok gerilyawan terbesar yang berusaha mendirikan negara terpisah di Mindanao sampai kelompok itu mencabut tuntutan pemisahan diri dan menerima otonomi terbatas berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 1996. Namun banyak gerilyawannya mempertahankan senjata api mereka dan secara berkala melancarkan perlawanan pada waktu lalu; mereka mengeluh pemerintah telah mengkhianati janjinya untuk sepenuhnya membangun wilayah Muslim yang miskin di Filipina Selatan. Pemimpin MNLF Nur Misuari menentang penyusunan kesepakatan perdamaian oleh pemerintah dengan kelompok gerilyawan Moro yang dominan saat ini, Front Pembebasan Islam Moro. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
