Logo Header Antaranews Sumbar

Dolar Terus Melemah di Perdagangan Asia

Kamis, 12 September 2013 15:09 WIB
Image Print
Dolar. (Antara)

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar terus melemah di perdagangan Asia, Kamis, karena perhatian bergeser ke pertemuan kebijakan Bank Sentral AS atau Federal Reserve, sementara tumbuh harapan di antara para pedagang untuk solusi diplomatik bagi krisis Suriah. Greenback diambil 99,44 yen dalam perdagangan sore di Tokyo, turun dari 99,92 yen di New York dan jauh dari tingkat sekitar 100,50 yen yang terlihat pada Rabu di Asia. Euro merosot menjadi 132,36 yen dari 133,03 yen sementara dibeli 1,3309 dolar dibandingkan dengan 1,3314 dolar. Dengan tidak adanya katalis baru, perhatian sekarang tertuju pada pertemuan Fed pekan depan, di mana pembuat kebijakan akan mengumumkan rencana untuk mulai mengurangi program stimulus besarnya. Penarikan kembali skema pembelian obligasi 85 miliar dolar AS per bulan -- yang mempertahankan suku bunga AS lemah dengan menjaga imbal hasil obligasi AS rendah -- akan berarti lebih sedikit dolardalam sistem keuangan, yang pada gilirannya akan mengirim nilai mata uang itu naik. Namun, laporan data lapangan pekerjaan Agustus yang lebih buruk dari perkiraan pada pekan lalu mengindikasikan ekonomi AS masih membutuhkan dukungan, para analis berspekulasi bahwa Fed tidak akan agresif dalam mengurangi stimulusnya. "Imbal hasil obligasi negara AS telah kehilangan beberapa momentum kenaikan karena kekhawatiran pengurangan stimulus telah berkurang," kata Credit Agricole. "Konsekuensinya (dolar) terus kehilangan kekuatannya dan terlihat rentan terhadap penurunan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan." Namun, laporan bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe siap untuk maju dengan kenaikan pajak penjualan yang bertujuan menurunkan utang nasional negara itu, telah meningkatkan kemungkinan stimulus lebih banyak dari bank sentral negara itu, kata analis. "Kami perkirakan yen turun tajam karena bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) mengumumkan stimulus moneter tambahan untuk mengimbangi dampak pengetatan fiskal substansial ... jika pemerintah Abe menekan maju dengan rencana pajak konsumsi dua kali lipat," kata National Australia Bank . Laporan di Jepang mengatakan Abe akan meluncurkan paket ekonomi baru senilai sekitar lima triliun yen (50 miliar dolar AS) untuk meredam kenaikan pajak. Investor juga menunjukkan seleranya untuk mengambil risiko pada mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi, karena mereka berharap Amerika Serikat dan Rusia akan mencapai kesepakatan yangakan melihat Suriah menyerahkan senjata kimianya dan mencegah sebuah serangan militer Amerika. Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan bertemu mitranya dari Rusia di Jenewa karena kedua pihak akan mencari solusi diplomatik untuk krisis, yang dipicu oleh dugaan penggunaan senjata kimia rezim Assad terhadap warga sipilnya sendiri. Dolar melemah terhadap mata uang Asia-Pasifik. Unit AS merosot menjadi 1,2677 dolar Singapura dari 1,2699 dolar Singapura sehari sebelumnya, menjadi 31,70 baht Thailand dari 32,14 baht dan menjadi 29,68 dolar Taiwan dari 29,78 dolar Taiwan. Dolar juga turun menjadi 11.309 rupiah Indonesia dari 11.412 rupiah, menjadi 1.084 won Korea Selatan dari 1.087 won, menjadi 63,50 rupee India dari 63,87 rupee dan menjadi 43,77 peso Filipina dari 43,86 peso. Dolar Australia merosot menjadi 92,51 sen AS dari 92,87 sen AS dan yuan China turun menjadi 16,22 yen dari 16,41 yen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026