
S&P Bukukan Kenaikan Tujuh Hari Berturut-turut

New York, (Antara/Xinhua) - Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Rabu (Kamis pagi WIB), dengan indeks Standard & Poor's 500 naik untuk sesi ketujuh berturut-turut, karena kekhawatiran atas Suriah mereda. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 135,54 poin atau 0,89 persen menjadi 15.326,60 poin. S&P 500 naik 5,14 poin atau 0,31 persen menjadi 1.689,13 poin. Indeks komposit Nasdaq kehilangan 4,01 poin atau 0,11 persen menjadi 3.725,01 poin. Presiden AS Barack Obama pada Selasa malam mengatakan bahwa Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Rusia dan mitra lainnya pada resolusi PBB, sehingga pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad menyerahkan senjata kimianya. Dia juga meminta Kongres untuk menunda pemungutan suara tentang serangan militer terhadap Suriah, dan memberikan lebih banyak waktu bagi diplomasi untuk bekerja. Pasar berbalik naik dalam beberapa minggu terakhir di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang Suriah, sebuah indikasi ketahanan mengesankan. Indeks Dow hampir dua persen lebih rendah dari penutupan tertinggi sepanjang waktu 15.658,36 poin pada 2 Agustus. Di sisi ekonomi, persediaan dan penjualan grosir AS naik tipis pada Juli, menurut Departemen Perdagangan. Persediaan di tingkat grosir naik 0,1 persen menjadi 500 miliar dolar AS pada Juli dari tingkat revisi Juni, sedangkan penjualan juga naik 0,1 persen. Selain itu, aplikasi KPR AS jatuh 13,5 persen dari satu minggu sebelumnya, menurut data Survei Aplikasi KPR Mingguan dari Asosiasi Bankir KPR (Mortgage Bankers Association) untuk pekan yang berakhir 6 September. Nasdaq berkinerja buruk dibanding dua indeks utama lainnya, tertekan turun oleh Apple, yang sahamnya jatuh 5,44 persen menjadi 467,71 dolar AS karena saham raksasa teknologi itu diturunkan peringkatnya oleh beberapa broker. Penurunan terjadi setelah Apple meluncurkan iPhone 5S terbaru dan iPhone 5C berharga murah di sebuah acara pada Selasa. Produk terbaru itu tampaknya telah gagal mengesankan konsumen. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
