
127 Tewas Akibat Ranjau Darat di Filipina Selatan Sejak 2010

Kota Davao, Filipina, (Antara/Xinhua-OANA) - Lebih dari 100 orang telah tewas akibat bom rakitan yang dipasang oleh pemberontak sayap-kiri dan gerilyawan Muslim di Filipina Selatan sejak 2010, kata juru bicara militer lokal pada Rabu. Korban tewas meliputi 101 prajurit dan sedikitnya 27 warga sipil. Sebanyak 325 orang juga cedera akibat ledakan ranjau darat yang diduga dilakukan oleh anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) dan gerilyawan Moro di daerah itu, kata Mayor Jacob Obligado, Juru Bicara Divisi Infantri Ke-10 Angkatan Darat. Obligado mengatakan kebanyakan korban jiwa disebabkan oleh ranjau darat yang dipasang oleh pemberontak NPA, terutama di Wilayah Davao, Caraga dan beberapa bagian Provinsi Cotabato, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu petang. Data dari Januari 2010 sampai September tahun ini, sebanyak 277 prajurit dan 48 warga sipil cedera atau cacat akibat ledakan bom rakitan, kata Obligado. Ia menyebut NPA sebagai pihak yang melakukan pelanggaran nyata terhadap protokol perang internasional karena diduga menggunakan ranjau terlarang dalam serangan terhadap pasukan pemerintah. Pada September tahun ini saja, satu orang tewas dan delapan orang lagi cedera akibat ledakan ranjau darat yang dilakukan oleh NPA di Cotabato dan Provinsi Lembah Compostela. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
