
Relawan Tibet Tingkatkan Cinta Buat Orang Memerlukan

Xining, (Antara/Xinhua-OANA) - Gambar seorang perempuan buta yang sudah tua dan sedang berjuang untuk mempertahankan selembar nyawanya telah menarik simpati luas di jejaring sosial dan memicu pemerintah untuk bertindak. Khonkyi (86) dan putranya --yang menderita cacat mental, Sopel (50)-- ditempatkan di tempat perawatan yang dikelola pemerintah pekan lalu, berkat campur tangan relawan dan lembaga urusan masyarakat lokal di Prefektur Hainan. Sebagian besar warga di Provinsi Qinghai, yang terbelelakang di China Timur-alut tersebut adalah orang Tibet. Sementara itu, masyarakat telah menyumbangkan lebih dari 20.000 yuan (3.258 dolar AS) ke satu rekening bank yang dibuka untuk Khonkyi oleh relawan yang mengungkapkan kesulitannya di jejaring sosial. Para relawan tersebut, yang dipimpin oleh pengusaha Tibet yang berusia 34 tahun, Lhamo Tsering, memposting gambar Khonkyi dan rumahnya, yang jelek, setelah kunjungan pertama mereka pada 20 Agustus. "Saya tak bisa menahan air mata saya, ketika saya melihat dia," kata Lhamo Tsering, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Perusahaan swasta Lhamo Tsering menjual CD dan menyediakan sistem ketikan bahasa Tibet buat telepon genggam serta komputer lokal. Rumah Khonkyi, yang sudah berumur berabad-abad, dibuat dari batako. Air hujan telah menerobos atapnya dan semua barang miliknya basah. "Keseringan, ibu dan anak itu makan pasta dari tepung, minyak dan air. Pada hari besar, para tetangga membawa mereka ke rumah mereka untuk menghadiri jamuan makan," kata Lhamo Tsering. Ia mengunjungi perempuan tua tersebut pada 20 Agustus bersama delapan relawan lain. "Kami membawakan dia pakaian baru dan ranjang dan daging kambing rebus buat dia. Ia tersenyum dengan tulus dan menangis ketika kami akan pergi." Gambar kelompok itu yang diposting di weibo.com dikunjungi hampir 26.000 kali dalam waktu dua pekan. Banyak orang diminta membuka dompet mereka guna membawa perempuan tua tersebut. Dalam waktu beberapa pekan, Lhamo Tsering telah seringkali mengunjungi Khonkyi. Ia membawakan pasokan buat perempuan itu dan menemaninya. "Melegakan sekarang ia berada di rumah perawatan yang dikelola pemerintah. Saya berharap ia diberi makan dengan baik, dirawat dan diyakinkan ada cinta di dalam masyarakat," kata pengusaha Tibet tersebut. Lhamo Tsering sendiri dilahirkan dalam keluarga desa yang miskin. "Saya tahu betapa beratnya jadi orang miskin, jadi saya berjanji akan membantu orang yang memerlukan ketika saya kaya," katanya. Ketika perusahaan pribadinya mulai mengalami "booming" pada 2007, ia bergabung dengan relawan lain untuk menemukan dan membantu orang yang memerlukan bantuan di kota tempat tinggalnya. Ia sedikitnya memiliki 70 relatan setakat ini. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
