
Bank Indonesia catat ekonomi Sumbar tumbuh 5,14 persen

Padang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pertumbuhan ekonomi di daerah itu sebesar 5,14 persen pada triwulan II tahun 2023 atau naik dari 4,89 secara year on year (yoy).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar Endang Kurnia Saputra di Padang, Rabu, menjelaskan, akselerasi pertumbuhan ekonomi di "Ranah Minang" itu didorong peningkatan aktivitas perekonomian seiring beberapa Hari Besar Keagamaan Nasional di antaranya Idul Fitri, Idul Adha hingga penyelenggaraan agenda berskala nasional seperti Penas Tani XVI.
Kemudian, kinerja perekonomian Sumbar pada triwulan II 2023 itu tercatat lebih baik dibandingkan daerah lain di Sumatera, meski angkanya lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nasional.
Seiring akselerasi ekonomi di provinsi tersebut, laju inflasi juga menurun yang tercatat berada di angka 7,43 persen pada 2022, dan terakhir turun 2,2 persen pada 2023.
Menurut dia, tumbuhnya ekonomi Sumbar hingga di angka 5,14 persen berkat kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan laju inflasi.
"Jadi, mesin TPID dan gerakan nasional pengendalian inflasi pangannya berhasil," kata dia.
Secara umum, dari 10 provinsi di Sumatera, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar tercatat mengalami kenaikan bersama lima provinsi lainnya.
PDRB Bengkulu tercatat naik menjadi 4,18 persen, Sumatera Utara 5,19 persen, Riau 4,88 persen, Bangka Belitung 5,13 persen dan Sumatera Selatan 5,24 persen.
Sementara, Aceh mengalami penurunan PDRB menjadi 4,37 persen, Provinsi Jambi 4,86 persen, Provinsi Lampung 4,00 persen, dan terakhir Provinsi Kepulauan Riau sebesar 5,04 persen.
"Sumbar tergolong bagus melihat angka pertumbuhan dan laju inflasinya. Sementara provinsi lain inflasinya berkisar 2,8 persen," ujar Endang.
Eks Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta tersebut mengatakan, terdapat beberapa hal yang menyebabkan laju pertumbuhan inflasi di Ranah Minang masih bisa dikendalikan.
Ia mencontohkan penurunan harga komoditas utama seperti harga cabai merah.
Selain peran pemerintah daerah dalam membantu pengendalian harga cabai merah, gerakan tanam cabai merah juga terbukti efektif menghambat laju inflasi di Provinsi Sumbar.
Selain itu, turunnya harga tiket pesawat secara bertahap juga turut menyumbang pengendalian inflasi di Sumbar.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
