
PLN Bantu KUMKM Manfaatkan Bioenergi

Jakarta, (Antara) - PT PLN (Persero) menyatakan segera membantu pelaku koperasi dan UMKM untuk memanfaatkan bioenergi dan energi baru terbarukan yang sekaligus diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi daerah. Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji di Jakarta, Kamis, mengatakan dengan digarapnya pemanfaatan bioenergi dan energi baru terbarukan oleh KUMKM potensi peningkatan ekonomi daerah semakin besar. "PLN mempunyai keinginan untuk mengembangkan bioenergi dan energi baru terbarukan melalui partisipasi aktif masyarakat," kata Nur Pamudji. Menurut dia, dengan konsep keterlibatan aktif masyarakat terutama KUMKM ke depan PLN tidak perlu direpotkan untuk mengelola sumber-sumber energi itu. "Kita tinggal mendidik pengurus koperasi yg notabene penduduk setempat di daerah remote area untuk mengembangkan mengelola pemanfaatan bio energi dan energi baru terbarukan itu," kata Nur. Ia mencontohkan, hal itu bukan sesuatu yang sulit bagi masyarakat sebab bioenergi atau biomassa bisa dihasilkan dari berbagai produk yang berada di sekitar masyarakat di antaranya kulit gabah, tongkol jagung, hingga kulit kayu yang pada akhirnya bisa menghasilkan listrik. Pada dasarnya, ia menambahkan, potensi energi baru terbarukan di dunia diperkirakan mencapai 1.400 gigawatt, namun baru sebagian kecilnya saja yang dimanfaatkan. Potensi hidro misalnya, di Indonesia diperkirakan sebesar 75 ribu megawatt, namun baru dimanfaatkan 3.500 megawatt saja ditambah rencana dalam "fast track" program tahap II sebesar 2.100 megawatt. "Di samping hidro, masih banyak potensi energi baru terbarukan (EBT) yang perlu terus dikembangkan, seperti potensi angin, geothermal, bio energi, dan lain-lain," katanya. Pihaknya mempersilakan para pelaku KUMKM untuk bisa memanfaatkan peluang itu untuk kemudian bisa bekerja sama atau menjual listrik yang dihasilkannya kepada PLN melalui konsep PPPA (Power Purchase Agreement). (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
