Logo Header Antaranews Sumbar

Pertamina: Proyek "Upgrading" Kilang Selesai 2018

Kamis, 29 Agustus 2013 18:49 WIB
Image Print
PT Pertamina. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Perseroan Terbatas Pertamina memastikan proyek peningkatan produksi bahan bakar minyak (upgrading) di lima kilang pengolahan senilai Rp77 triliun akan selesai seluruhnya pada 2018. Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya baru saja mendapat hibah dari pemerintah Amerika Serikat melalui US Trade & Development Agency (USTDA) senilai satu juta dolar AS. Hibah tersebut untuk sejumlah proyek hilir yang salah satunya melaksanakan studi kelayakan pendanaan (bankable feasibility study/BFS) proyek "upgrading" kilang tersebut. "Studi 'upgrading' dilakukan perusahaan AS, UOP LLC yang merupakan 'licensor' utama untuk kilang-kilang eksisting," katanya. Selain hibah, pelaksanaan BFS tersebut juga didanai Pertamina. "Dengan BFS ini maka kalau proyek 'upgrading' ini diajukan ke bank, pasti mau mendanai," katanya. Menurut Chrisna, proyek "upgrading" akan menghasilkan produk BBM setara dengan satu kilang pengolahan. Ia juga mengatakan bahwa proyek "upgrading" membutuhkan tambahan pasokan minyak mentah. "Kami akan cari dari Timur Tengah," katanya. Kelima proyek "upgrading" itu adalah "refurbishment" Kilang Plaju, Palembang, Sumsel dengan target penambahan produksi 120.000 kiloliter premium. Lalu, proyek kero treater Kilang Dumai-BLPP berupa pengalihan minyak tanah menjadi avtur dengan volume 2,61 juta kiloliter. Selanjutnya, proyek pemanfaatan residu atau "residual fluid catalytic cracking" (RFCC) Kilang Cilacap-PLBC dengan tambahan produksi premium 1,9 juta kiloliter. Namun, terdapat pengurangan solar sebesar 710.000 kiloliter. Kemudian, "bottom upgrading" BLPP di Kilang Balikpapan, Kaltim, yang ditargetkan menambah produksi premium sebesar 400.000 kiloliter. Terakhir, "revamping" Kilang Dumai, Riau dengan tambahan produksi premium 830.000 kiloliter, minyak tanah 470.000 kiloliter, solar 2,26 juta kiloliter, dan avtur 480.000 kiloliter. Saat ini, Pertamina memiliki enam kilang yang mengolah 1,031 juta barel minyak mentah per hari. Keenam kilang tersebut adalah Dumai, Riau 170.000 barel per hari, Plaju, Sumsel 118.000 barel, Cilacap, Jateng 348.000 barel, Balikpapan, Kaltim 260.000 barel, Balongan, Jabar 125.000 barel, dan Kasim, Papua Barat 10.000 barel. Kilang tersebut memproduksikan BBM sebesar 40,6 juta kiloliter yang terdiri dari premium 12 juta kiloliter, minyak tanah 7 juta, solar 18,3 juta, dan avtur 8,3 juta. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026