
Solok Selatan gelar workshop 150 kader Posyandu
Rabu, 12 Juli 2023 17:23 WIB

Padang Aro (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menggelar workshop bagi 150 orang kader Posyandu guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi, di Padang Aro, Rabu, berharap, workshop ini dapat menghasilkan output berupa peningkatan pengetahuan, wawasan, kompetensi, dan kemampuan para kader dalam melayani masyarakat.
"kader posyandu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi balita dan ibu hamil," ujarnya.
Dia menyebutkan, saat ini Solok Selatan masih memiliki tingkat kasus stunting sebesar 31 persen dan Pemerintah telah menetapkan target untuk mengurangi angka ini menjadi 14 persen pada tahun 2024.
Hal ini katanya, menunjukkan pentingnya peran aktif dan kerja keras para kader posyandu dalam upaya menangani masalah kesehatan masyarakat, terutama stunting.
Menurut dia, dengan meningkatnya pengetahuan, wawasan, kompetensi, dan kemampuan para kader Posyandu, diharapkan angka stunting di Solok Selatan dapat terus menurun hingga mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Workshop Kader Posyandu ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus stunting," ujarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan berkomitmen untuk terus mendukung dan memberikan pembinaan kepada kader Posyandu guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Pendewal, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 204 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten itu yang melibatkan 1.326 orang kader aktif.
Dari jumlah tersebut katanya, sebanyak 150 orang dipilih untuk berpartisipasi dalam workshop ini.
"Tujuan utama dari workshop ini adalah meningkatkan kompetensi kader sehingga mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Pewarta: Erik Ifansya A
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
