Logo Header Antaranews Sumbar

Gubernur Mahyeldi minta mahasiswa KKN bantu turunkan angka stunting

Senin, 10 Juli 2023 19:58 WIB
Image Print
Gubernur Sumbar, Mahyeldi lepas mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Padang. (ANTARA/HO-Biro Adpim Sumbar)

Padang (ANTARA) -

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi meminta mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang yang kuliah kerja nyata (KKN) periode ke-49 untuk berperan aktif membantu kader posyandu dalam mensosialisasikan pentingnya penanganan stunting di daerah.
"Mahasiswa KKN ini adalah sebuah kekuatan yang harus kita optimalkan untuk bisa berperan aktif bersama tenaga kesehatan setempat untuk mensosialisasikan penanganan stunting," katanya saat melepas mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol di Padang di Padang, Senin.

Ia mengatakan, stunting masing menjadi salah satu persoalan di Sumbar. Saat ini berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Sumbar tahun 2022 sekitar 25,2 persen.
Angka itu naik 1,9 persen dibanding tahun 2021 yang mencapai 23,3 persen. Karena itu penting untuk semua pihak berkontribusi menurunkan angka prevalensi tersebut.
Ditargetkan pada 2024, angka prevalensi stunting di Sumbar bisa ditekan di bawah 14 persen seperti target nasional.
Selain mendorong keterlibatan dalam penanganan stunting, Mahyeldi juga mengajak para peserta KKN untuk melahirkan inovasi guna mempermudah masyarakat dalam menjalani kehidupan sosial kemasyarakatannya.
Inovasi tersebut dinilai penting terutama untuk membantu percepatan pelaksanaan program dan kegiatan di pemerintahan nagari/desa.
"Pemerintahan nagari harus memanfaatkan momentum ini untuk melahirkan berbagai inovasi," ucapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati menyebut pelaksanaan KKN periode ini akan berlangsung selama 40 hari kerja.
Ia berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga nama baik kampus selama berbaur dengan masyarakat.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026