
Menanti tangan dingin Wakil Wali Kota Padang yang baru

Padang (ANTARA) - Jabatan Wakil Wali Kota Padang, Sumatera Barat, kosong lebih dari 2 tahun setelah Mahyeldi Ansharullah dilantik menjadi Gubernur Sumbar dan posisinya sebagai Wali Kota digantikan Hendri Septa, Wakil Wali Kota periode 2019-2024
Mahyeldi resmi dilantik menjadi Gubernur Sumbar sejak 25 Februari 2021 dan posisinya langsung diisi Hendri Septa yang menjadi Pelaksana Tugas Wali Kota Padang dan selanjutnya ditetapkan sebagai Wali Kota Padang.
Pasangan Mahyeldi Ansarullah dan Hendri Septa tersebut diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pilkada Kota Padang 2018.
Kedua partai itu berkoalisi dan berhasil mengantarkan Mahyeldi-Hendri Septa dengan meraup 212.526 suara atau 62,92 persen dari seluruh suara sah. Sementara, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota lainnya, Emzalmi-Desri Ayunda, meraih 125.238 suara atau 37,08 persen dari seluruh suara sah.
Duet ini dilantik pada 13 Mei 2019 sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang 2019-2024, namun Mahyeldi memilih maju dalam Pilgub Sumbar 2020 didampingi Audy Djoinaldi.
Ajaibnya, Mahyeldi terpilih sebagai Gubernur pada pilgub tersebut dan dilantik pada 25 Februari 2021 sehingga posisi Wali Kota Padang selanjutnya diisi Hendri Septa sebagai Plt. Wali Kota Padang.
Ia resmi ditetapkan sebagai Wali Kota Padang pada 7 April 2021 dan dilantik oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.
Sejak saat itu hingga April 2023 posisi Wakil Wali Kota Padang kosong karena memang terjadi tarik-menarik antara kedua partai pengusung, yakni PKS dan PAN.
PKS merasa posisi Wakil Wali Kota itu merupakan hak mereka karena Hendri Septa sendiri merupakan kader PAN dan harusnya Wakil Wali Kota diisi kader PKS.
Akan tetapi, PAN tidak ingin menyerahkan begitu saja karena ada regulasi yang harus dijalankan yakni kedua pengusung mengusulkan calon dan wakil wali kota ditetapkan oleh DPRD Padang yang merupakan wakil dari masyarakat kota.
Tarik-menarik ini terjadi berlarut-larut sehingga tak terasa menghabiskan waktu 2 tahun dan Hendri Septa harus menjalankan roda kepemimpinan daerah seorang diri tanpa wakil.
Ketua DPC PDI Perjuangan setempat Albert Hendra Lukman menilai Hendri Septa terlihat keteteran dalam menjalankan roda pemerintahan karena tugas ini memang berat dan dirinya seharusnya memang dibantu seorang wakil wali kota.
Ia mengatakan setiap acara yang dihadiri Wali Kota pasti waktunya molor atau terlambat 1-2 jam. Ini menandakan wali kota keteteran.
Menurut dia, untuk menyusun jadwal harian saja kesulitan apalagi hal lain terutama program unggulan pasangan Mahyeldi-Hendri Septa yang dilanjutkan seorang diri.
Albert menilai Hendri Septa butuh wakil meski beberapa bulan lagi jabatan itu akan habis. Hal ini tentu akan lebih baik.
Akhirnya kesepakatan itu muncul, PKS mengusulkan Hendri Susanto dan PAN mengusulkan Ekos Akbar ke DPRD Padang. Setelah melakukan wawancara, DPRD Padang menggelar pemilihan melalui Sidang Paripurna yang dihelat 5 April 2023.
Dalam pemilihan itu, Ekos Akbar meraih suara terbanyak 36 suara dari total 45 anggota DPRD Padang, sementara Hendri Susanto meraih sembilan suara saja sesuai dengan jumlah kursi PKS di DPRD Padang.
Penetapan ini disambut gembira karena posisi wakil wali kota yang kosong dua tahun akhirnya akan terisi. Namun, hal itu masih menunggu proses selanjutnya hingga pelantikan nanti.
Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat Indra Dt. Rajo Lelo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan DPRD Kota Padang terhadap Ekos Albar untuk menjadi Wakil Wali Kota Padang 2018-2023.
Menurut dia, hasil tersebut bukan masalah koalisi PAN dengan PKS, melainkan merupakan kepercayaan anggota DPRD Padang, fraksi di DPRD dan ketua partai yang memilih Ekos Albar sebagai Wakil Wali Kota Padang.
Ia mengatakan Ekos Albar diharapkan mampu membantu program kerja yang telah dijalankan Wali Kota Padang Hendri Septa serta dapat bekerja sama dengan baik menjalankan program pemerintahan dan menjalin komunikasi dengan seluruh anggota DPRD Padang.
Menurut dia, mengurus pemerintahan ini tidak hanya Wali Kota dengan Wakil Wali Kota Padang, saja namun bekerja sama dengan DPRD Padang
Ia mengatakan kerja Wali Kota Padang yang selama ini belum optimal dapat dibantu dan diringankan oleh Ekos Albar sehingga Kota Padang ini dapat diurus dengan baik.
Sementara, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang Muharlion menyatakan tak ingin larut dengan kekalahan calon yang mereka usung Hendri Susanto dalam pemilihan Wakil Wali Kota Padang lanjutan periode 2019-2024.
Pihaknya mengucapkan selamat kepada Ekos Albar yang terpilih melalui proses pemilihan di DPRD Padang sebagai Wakil Wali Kota Padang selama 8 bulan ke depan.
Ia berpesan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang tetap akur dalam mengemban amanah yang telah diberikan sehingga program yang telah dibuat dapat dijalankan dengan baik.
Ia mewanti-wanti jangan sampai nanti ada Matahari kembar di Balai Kota Padang.
Ia meminta DPRD Padang segera melakukan proses lanjutan hasil pemilihan tersebut ke Wali Kota Padang lalu dilanjutkan ke Gubernur Sumbar hingga disahkan Kemendagri kemudian dilantik.
PKS menilai percaturan pemilihan di DPRD Padang itu dinamika yang dilewati. Pihaknya berlapang dada hasil pemilihan tersebut.
Ia mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh warga kota. "Kami sudah berupaya meyakinkan bahwa figur yang kita usung ini layak dan memiliki kapasitas untuk membantu Wali Kota Padang Hendri Septa," katanya.
Sementara Ekos Albar dalam penyampaian visi dan misi selalu menekankan Kota Padang membutuhkan Wakil Wali Kota untuk membantu Wali Kota Padang.
Ekos menegaskan ia hadir di sini dengan hanya satu tujuan yakni membantu Wali Kota Padang menjalankan pemerintahan hingga periode ini berakhir.
Meski tinggal tersisa beberapa bulan masa jabatan, tangan dingin Ekos diyakini mampu mengemban tugas tersebut.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
