
DPRD Sumbar minta masyarakat lebih peduli kasus stunting

Padang (ANTARA) - Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Supardi meminta masyarakat dan perangkat nagari (desa) di provinsi tersebut agar lebih peduli dan peka terhadap berbagai masalah sosial termasuk kasus stunting pada anak.
"Ketika ada tetangga yang mengalami kurang gizi kronis (stunting) dimana kepedulian sosial kita," kata Ketua DPRD Sumbar Supardi di Padang, Senin.
Hal tersebut disampaikannya usai melakukan Safari Ramadhan di Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kota Payakumbuh.
Dari kunjungan Safari Ramadhan tersebut, Ketua DPRD Sumbar mendapatkan laporan terdapat 80 anak terindikasi stunting di Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. Padahal, mayoritas pemukiman masyarakat di daerah itu tidak berjarak jauh dan cenderung berdekatan.
Bahkan, sambung dia, secara spesifik di Kelurahan Padang Tangah Payobadar terdapat sembilan kasus anak yang terindikasi stunting.
Supardi yang juga ketua rombongan tim Safari Ramadhan III Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar tersebut mengatakan seharusnya masyarakat yang tinggal berdekatan bisa lebih peduli, dan peka terhadap berbagai masalah sosial termasuk stunting.
"Kepedulian masyarakat sangat dipertanyakan untuk persoalan ini. Bagaimana kinerja RT maupun RW terkait adanya kondisi kurang gizi terhadap tetangga. Ini menandakan nilai-nilai kepekaan sosial telah luntur," ucapnya.
Pada kesempatan itu, ia mengajak pengurus untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat di berbagai kegiatan sosial yang terpusat di masjid. Dana yang dikumpulkan dari donatur seharusnya juga bisa digunakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
"Ketika ada warga yang kurang mampu harus dibantu. Bahkan ketika ada anak yang putus sekolah adakan penggalangan dana untuk melanjutkan pendidikannya," ajak dia.
Ia menambahkan menumbuhkan jiwa sosial antarsesama lebih penting dari pada membangun masjid yang megah.
Ke depan, DPRD Sumbar akan melakukan pemantauan ulang ke Payakumbuh Timur. Apabila masih ditemukan kasus stunting maka kinerja perangkat pemerintahan terendah (lurah) harus dievaluasi.
Dalam Safari Ramadhan tersebut Supardi menyerahkan bantuan dari Pemprov Sumbar sebesar Rp50 juta ditambah Rp10 juta dari Bank Nagari untuk Masjid Al Falah.
Bantuan ditujukan untuk menunjang operasional masjid serta melanjutkan pembangunan fasilitas, dan kegiatan lainnya sebagai bentuk motivasi pemerintah kepada kegiatan keagamaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Falah Andra Depriandi mengatakan anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan Masjid Al Falah mencapai Rp 300 juta lebih.
"Semoga bantuan yang diberikan oleh tim Safari Ramadhan Pemprov Sumbar III bisa bermanfaat untuk kelangsungan masjid," kata dia.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
