
Brahimi Tidak Akan Hadiri Perundingan AS - Rusia Ikhwal Suriah

Jenewa, (Antara/AFP) - Utusan PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi tidak akan ikut serta dalam perundingan antara para pejabat Amerika Serikat dan Rusia pekan depan mengenai konferensi perdamaian Suriah, kata PBB, Selasa. Dalam satu pernyataan, PBB mengatakan Brahimi menyambut baik perundingan bilateral antara Moskow dan Washington di Den Haag, tetapi ia tidak akan ikut serta. Pada Senin, kantor berita Rusia ITAR-TASS yang mengutip pernyataan seorang diplomat Rusia yang tidak disebut namanya mengatakan bahwa Brahimi tidak akan hadir dalam perunding di Belanda itu. PBB tidak mengatakan apakah ia telah berencana untuk ikut serta. "Tuan Brahimi telah melakukan kontak tetap dengan pihak berwenang Rusia maupun AS. Satu pertemuan lainnya bagi persiapan konferensi 'Jenewa II' mungkin akan diselenggarakan dalam waktu dekat tetapi tanggal dan tempatnya belum ditetapkan," katanya, Selasa. Perundingan-perundingan itu,yang diumumkan Senin oleh Wakil Menlu Rusia Gennady Gatilov, diperkirakan akan diselenggarakan pertengahan pekan depan, Ketika ditanya mengapa Brahimi tidak akan ikut serta dalam perundingan-perundingan itu,juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan:" Orang terlalu menganalisa ini." Nesirky mengatakan AS dan Rusia telah menyelenggarakan satu pertemuan "bilateral" di Den Haag, bertepatan dengan satu konferensi tingkat menteri lainnya yang diselenggarakan Belanda untuk memperingati 100 tahun Istana Perdamaian, yang menampung kompleks Mahkamah Internasional (ICJ). Brahimi tetap bekerja erat dengan Washington dan Moskow, kata Nesirky. Departemen Luar Negeri AS mengatakan pertemuan itu setelah tercapai satu kesepakatan dalam perundingan 9 Agustus di Washington antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara. Moskow dan Washington pada Mei setuju meningkatkan usaha-usaha untuk mempertemukan sekutu-sekutu Presiden Bashar al-Assad dan pihak oposisi untuk pertama kali setelah lebih dari dua tahun perang di Suriah. Gatilov pekan lalu mengatakan pertemuan Jenewa sendiri mungkin tidak akan diselenggarakan sampai Oktober paling cepat karena rencana diplomatik yang padat September yang termasuk sidang-sidang PBB di New York. Perundingan-perundingan berdasarkan hasil-hasil konferensi perdamaian Suriah yang diselenggarakan di Jenewa Juni 2012, saat negara-negara penting dunia sepakat tentang perlunya membentuk satu pemerintah peralihan di negara yang dilanda konflik itu. Tetapi pihak-pihak yang berperang gagal menyetujui tentang apakah Bashar dapat berperan dalam membentuk pemerintah baru, atau apakah wakil-wakil paling dekatnya dapat duduk dalam tim peralihan baru itu. Sebagai akibat gagalnya kesepakatan itu dan ketidakmampuan menghentikan perang di lapangan, ketentuan-ketentuan perdamaian tahun 2012 itu tidak pernah dilaksanakan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
