Logo Header Antaranews Sumbar

Kedudukan Tentara Amerika Serikat di Afghanistan Dibahas

Senin, 12 November 2012 00:00 WIB
Image Print

Kabul, (ANTARA/AFP) - Perundingan penting mengenai kedudukan sisa pasukan Amerika Serikat di Afghanistan sesudah penarikan tentara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 2014 dimulai di Kabul, pekan ini, kata kementerian luar negeri pada Minggu (11/11). Unsur kunci perjanjian apa pun adalah masalah kekebalan untuk pasukan Amerika Serikat dari penuntutan di pengadilan setempat. Di Irak, Washington menarik semua tentaranya setelah gagal memaksa Bagdad memberi tentaranya kekebalan dan Presiden Hamid Karzai memperingatkan kemungkinan masalah serupa di Afghanistan. Masalah itu disorot pembantaian atas 16 warga desa pada awal tahun ini, yang diduga dilakukan tentara "nakal" Amerika Serikat, yang diterbangkan keluar dari negara terkoyak perang itu dan menghadapi persidangan di negara adidaya tersebut. "Pembicaraan resmi tentang penandatanganan pakta keamanan akan dimulai antara pemerintah Afghanistan dengan Amerika Serikat di Kabul pada 15 November," kata juru bicara kementerian luar negeri Janan Mosazai dalam jumpa pers. Mereka akan dipimpin duta besar Afghanistan untuk Amerika Serikat Eklil Hakimi dan Wakil Perutusan Khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan dan Pakistan James Warlick, kata Mosazai. "Pakta keamanan itu akan berurusan dengan kedudukan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan sesudah 2014, amanat keamanan Amerika Serikat dan kerja sama pemerintah Amerik Serikat dengan Afghanistan," katanya. Juru bicara kedutaan Ammerika Serikat di Kabul memastikan bahwa perundingan itu dimulai pada Kamis, namun menolak menanggapi lebih lanjut sebelum pembicaraan tersebut dimulai. Presiden Amerika Serikat Barack Obama terbang ke Kabul untuk menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis dengan Karzai pada Mei. Perjajian itu tidak mencakup kedudukan hukum sisa tentara setelah penarikan pasukan tempur NATO pada 2014. Amerika Serikat memiliki sekitar 68.000 tentara dalam lebih dari 100.000 serdadu NATO dan diperkirrakan meninggalkan sejumlah tertentu untuk membantu melatih, memberikan nasihat dan membantu pasukan Afghanistan dalam perang melawan gerilyawan Taliban. Perwira Amerika Serikat menyatakan membayangkan kekuatan sekitar 15.000 tentara, tapi belum pasti. Perang di Afghanistan tidak disukai rakyat negara pengirim tentara ke negara bergolak itu dan mereka menuntut tentaranya dipulangkan segera. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026