Logo Header Antaranews Sumbar

Dubes: Terbaik Buat Mesir Lewat Meja Perundingan

Sabtu, 17 Agustus 2013 20:01 WIB
Image Print

Kairo, (Antara) - Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi mengimbau semua pihak di Mesir untuk berkepala dingin dan memecahkan konflik berdarah-darah ini lewat meja perundingan. "Terbaik buat Mesir adalah 'win-win solution' lewat meja perundingan," kata Dubes Nurfaizi dalam perbicangan dengan Antara usai upacara bendara HUT ke-68 Kemerdekaan RI di KBRI Kairo, Sabtu. Menurut mantan Kapolda Metro Jaya tesebut, konflik berdarah di Negeri Seribu Menara itu bakal semakin membara bila pihak-pihak bertikai terus mempertahankan sikapnya. "Sepatutnya pihak-pihak bertikai itu mengalah untuk menang. Maksudnya, masing-masing pihak harus menghilangkan syarat-syarat yang menghambat pemecahan masalah," ujarnya. Purnawirawan jenderal polisi itu mencontohkan, syarat-syarat yang diajukan Ikhwanul Muslimin sebagai pendukung Presiden terguling Mohamed Moursi terlalu berat untuk direalisasikan, begitu pula sebaliknya syarat-syarat yang diajukan pemerintah transisi. Nurfaizi merujuk pada tiga tuntutan utama Ikhwanul Muslimin, yaitu keabsahan presiden Moursi dikembalikan, konstitusi yang dihasilkan dalam referendum tahun 2012, dan pemulihan kembali Majelis Syura (MPR). Ikhwanul Muslimin bersikaras agar tiga tuntutan tersebut dikabulkan terlebih dahulu sebelum ada perundingan dengan pemerintah transisi. Namun, pemerintah transisi pimpinan Presiden Adly Mansour menolak semua syarat Ikhwanul Muslimin itu dan tetap mempertahankan peta-jalan, yaitu pemilu dini presiden dan pemilu legislatif pada awal tahun depan. Di sisi lain, menyangkut kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Mesir, Dubes Nurfaizi menilai masih aman dan belum terkena dampak krisis politik di negara itu. "Alhamdulillah, semua WNI masih aman dan KBRI terus memantau untuk menjamin keselamatan mereka," katanya. KBRI sejauh ini belum berencana untuk evakuasi WNI ke Tanah Air. Dubes kembali mengimbau semua WNI untuk waspada dan selalu berkoordinasi dengan KBRI bila menghadapi masalah keamanan. Nurfaizi mengungkapkan, masa izin tinggal WNI banyak yang sudah berakhir, dan KBRI sedang berusaha membantu untuk perpanjangan visa di kantor imigrasi pusat di Kairo. Sementara itu, upacara bendera tersebut diikuti oleh staf KBRI, anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Kairo, mahasiswa, guru-siswa Sekolah Indonesia Kairo, dan kalangan masyarakat Indonesia setempat. Dubes Nurfaizi bertindak sebagai inspektur upacara dan komandan upacara oleh Atase Pertahanan KBRI Kairo Kolonel(Marinir) Ipung Purwadi, serta pasukan pengibar bendera dari siswa-siswi Sekolah Indonesia Kairo. Usai upacara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng tanda syukuran dan santap hidangan khas Nusantara. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026