Logo Header Antaranews Sumbar

Kelompok Oposisi Suriah Setujui Rencana Penyatuan

Minggu, 11 November 2012 21:01 WIB
Image Print

Damaskus (ANTARA/AFP) - Kelompok oposisi Suriah, yang berunding di Doha pada Ahad, pada pokoknya menyetujui rencana penyatuan menghadapi pemerintah Presiden Bashar al-Assad setelah perundingan maraton dan tekanan dari pendukung internasional. Kesepakatan itu didasarkan atas prakarsa pembentukan pemerintah peralihan, dewan militer untuk mengawasi kelompok pemberontak di lapangan dan membentuk pengadilan di daerah yang dikuasai pemberontak. Persetujuan itu dicapai saat pasukan yang setia pada Presiden Bashar mengalami pukulan baru, dengan dua serangan bom mobil bunuh diri menghantam satu klub para perwira di kota Daraa di selatan, yang menjadi pusat pemberontakan hampir 20 bulan. "Kami sepakat menyangkut masalah-masalah utama pembentukan satu koalisi nasional Suriah bagi kekuatan-kekuatan oposisi dan revolusi.Kami akan terus melakukan diskusi-diskusi mengenai rincian itu Ahad," kata tokoh oposisi Suhair Atassi kepada AFP Ahad pagi setelah 12 jam perundingan di Doha. "Kami siap untuk penandatanganan (perjanjian) itu tetapi kami memerlukan waktu untuk mempelajari peraturan internal atas permintaan pihak-pihak tertentu," kata anggota delegasi Riad Seif, yang dianggap Washington sebagai kemungkinan menjadi ketua organisasi baru oposisi. Para peserta dijadwalkan akan memulai kembali berunding pada pukul 0700 GMT (14.00 WIB). Di Damaskus, Menteri Informasi Suriah Omran al-Zohbi Sabtu menguusulkan satu dialog nasional dan mengatakan tentara bertempur untuk meningkatkan peluang bagi perundingan-perundingan. "Satu-satunya jalan untuk berhasil di Suriah adalah melakukan dialog nasional," kata Zohbi. "Oposisi harus menyetujui pilihan dialog dan... tentara akan melindungi dialog ini." Serangan-serangan Sabtu menewaskan 20 tentara dan kemungkinan lebih banyak, kata kelompk pemantau Observasi Hak Asasi Manusia Suriah. "Dua ledakan bom akibat serangan-serangan bunuh diri, yang dilakukan dua pria yang naik kendaraan-kendaraan yang membawa bahan peledak di satu kebun klub militer selang beberapa menit," kata direktur Observatorium Rami Abdel Rahman. Kantor berita resmi SANA melaporkan tiga bom mobil menewaskan tujuh orang dan mencederai sejumlah lainnya, tetapi tidak mengatakan lokasi itu adalah satu klub militer. SANA juga melaporkan sebuah bom mobil mencederai sembilan orang di daerah permukiman Dag al-Shawk Damaskus selatan, sementara stasiun televisi pemerintah megatakan satu roket mencederai dua anak perempuan di distrik Kristen George Khoury. Di tempat-tempat lain, tentara merebut kembali satu jalan raya Damaskus-Aleppo yang digunakan untuk mengirim pasukan bantuan ke medan-medan tempur utama, kata Observatorium itu. Pasukan pemerintah "secara perlahan bergerak maju dalam 10 hari belakangan ini untuk merebut kembali sejumlah desa yang jatuh ketangan pemberontak awal Oktober di daerah barat jalan raya Damaskus-Aleppo," kata Abdel Rahman kepada AFP. Tetapi tentara sejauh ini gagal memasuki kota strategis Maaret al-Numan yang dikuasai pemberontak, di mana pertempuran meningkat setelah tentara di pangkalan militer terdekat Wai Deif menerima pasokan. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026