
LSM: Kekayaan Laut Indonesia Hadapi Beragam Ancaman

Jakarta, (Antara) - LSM Greenpeace Indonesia menyatakan kekayaan laut Indonesia menghadapi beragam ancaman yang dapat mengakibatkan menurunnya stok ikan di perairan Indonesia. "Stok ikan Indonesia menurun karena degradasi ekosistem dan penangkapan ikan berlebih," kata Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia, Arifsyah Nasution, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu. Menurut dia, beragam ancaman bagi laut Indonesia antara lain adalah penangkapan ikan yang merusak, perubahan iklim, pembangunan pesisir serta pertambangan. Ia mencontohkan, operasi salah satu perusahaan pertambangan multinasional di Papua dapat membuang lebih dari 200.000 ton tailing per hari ke sungai dan laut. "Hingga 2006 diperkirakan perusahaan ini sudah membuang lebih dari tiga miliar ton tailing," katanya. Greenpeace telah menyoroti ancaman-ancaman itu dalam laporan berjudul "Laut Indonesia Dalam Krisis" tentang ekosistem laut Indonesia dirusak oleh limbah, sedimentasi, kegiatan penangkapan ikan ilegal dan merusak, pertambangan, serta perubahan iklim. "Greenpeace meluncurkan kampanye laut di Indonesia untuk mempertahankan kekayaan laut Indonesia," ujarnya. Ia mengatakan, kampanye itu merupakan hal yang penting guna mempertahankan kekayaan laut regional dan dunia. Apalagi, ujar dia, Indonesia juga merupakan negara produksi atau penghasil ikan terbesar ketiga di dunia setelah negara China dan Peru. "Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia bisa memainkan peran penting memimpin inisiatif regional dan global menuju penggunaan sumberdaya laut yang bertanggung jawab dan lestari," katanya. Arifsyah menjabarkan bahwa visi Indonesia yang menjadi negara berdaulat, progresif, adil, dan makmur pada tahun 2025 juga harus mencakup visi masa depan laut Indonesia. Visi itu, papar dia, harus menjadikan Indonesia bebas dari praktek penangkapan ikan ilegal dan merusak, serta terlindungi oleh masyarakat lokal yang telah dibekali manajemen lestari sumber daya laut. "Visi ini bisa diraih jika pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia bekerja bersama-sama," pungkas Arifsyah. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
