
Wabup Pessel ingatkan diversifikasi konsumsi pangan

Painan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat mengingatkan agar warga masyarakat setempat tidak hanya mengonyumsi beras sebagai makanan pokok tapi juga menganekaragamkan dengan produk pertanian lain dalam upaya mengurangi ketergantungan kepada komoditas pangan strategis itu.
"Agar ketahanan pangan nasional yang dimulai dari daerah benar-benar bisa tercapai, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus meningkatkan sosialisasi pemanfaatan pangan non beras di tingkat masyarakat," ujar Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hariyansyah di Painan, Senin (24/10).
Kebutuhan karbohidrat tidak hanya didapat melalui beras, beberapa produk pertanian juga menjadi sumber karbohidrat seperti ubi jalar, jagung, sagu, pisang hingga kentang.
Ia menyatakan, sosialisasi pemanfaatan pangan non beras itu dilakukan melalui Dinas Pangan dan Perikanan setempat.
Dia menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan pangan non beras memiliki kontribusi terhadap pencapaian ketahanan pangan secara nasional.
"Agar Pessel bisa sebagai penyumbang ketahanan pangan nasional, maka sosialisasi pemanfaatan pangan non beras perlu terus ditingkatkan kepada masyarakat, termasuk juga di daerah ini," katanya.
Dijelaskannya bahwa salah satu upaya untuk mempertahankan ketersediaan pangan yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan cara tidak mengkonsumsi satu jenis bahan makanan saja.
"Sebab jika masyarakat masih terbiasa mengkonsumsi satu jenis makanan saja, itu bisa menjadi penyebab masyarakat mudah terkena rawan pangan," ungkapnya.
Beberapa makanan dan kudapan non beras yang bisa ditemui diantaranya keripik balado, ubi cilembu, kwetiau, puding, cake ubi ungu, rendang jantung pisang, puding labu hingga pasta singkong.
Upaya itu bisa dilakukan, sebab sumber bahan makan tersebut sangat potensial bisa dikembangkan untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat. Dikatakan lagi bahwa berbagai jenis sumber pangan yang bisa dijadikan sebagai pengganti beras tersebut, juga harus ditingkatkan pula produksinya.
"Melalui peningkatan produksi tersebut, sehingga ketersedian bahan baku untuk dilakukan pengolahan menjadi bahan pangan benar-benar terjamin nantinya," ingat wabup.
Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto, menjelaskan bahwa produksi pertanian di daerah itu hingga saat ini masih didominasi oleh padi sawah.
"Karena mengkonsumsi pangan non beras merupakan salah satu upaya yang ingin dicapai oleh Pessel dalam mencapai ketahanan pangan, sehingga berbagai jenis tanaman palawija juga dilakukan pengembangannya. Yang lebih menonjol saat ini dikembangkan petani adalah jagung. Kemudian disusul ubi jalar, singkong, kacang tanah, dan talas. Potensi pengembangannya tersebar di semua kecamatan yang ada di Pessel," jelasnya.
Ditambahkan lagi bahwa untuk memotivasi para petani agar juga melakukan pengembangan berbagai jenis tanaman palawija tersebut, sehingga pihaknya melalui petugas di lapangan terus melakukan sosialisasi.
"Ini kita lakukan agar melalui sosialisasi itu peningkatan produksi berbagai jenis tanaman palawija juga bisa terus tercapai dari tahun ke tahun," harapnya.
Pewarta: Teddy Setiawan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
