
35 Tewas Dalam Bentrokan Militer dan Pemberontak di Nigeria

Maiduguri, Nigeria, (Antara/AFP) - Bentrokan-bentrokan antara militer Nigeria dan kelompok Boko Haram di dua kota di bagian baratlaut negara itu telah merenggut sedikitnya 35 jiwa, sebagian besar para pemberontak, kata angkatan darat Senin. Bentrokan-bentrokan itu pecah setelah para pemberontak menyerang sejumlah serdadu dan satu kantor polisi, menurut militer, dan terjadi ketika pasukan keamanan melancarkan ofensif di kawasan itu yang bertujuan mengakhiri pemberontakan selama empat tahun. Satu bentrokan di kota Bama dipicu oleh serangan atas pangkalan polisi "yang mengakibatkan kematian seorang personel polisi dan 17 orang pemberontak," menurut pernyataan militer. Pertempuran di kota Malam Fatori setelah serangan atas tentara "menyebabkan dua serdadu tewas dan 15 orang pemberontak," katanya. Kedua bentrokan terjadi pada Minggu. Menurut militer, para pemberontak dilengkapi senjata canggih dan bahan peledak dalam serangan-serangan tersebut. Bama dan Malam Fatori berlokasi di negara bagian Borno, pangkalan kelompok Boko Haram. Pernyataan itu menyebutkan para serdadu telah menemukan antara lain senjata-senjata termasjuk 10 senapan AK-47, bom-bom dan tabung RPG setelah benterokan di Bama. "Situasi di kedua tempat itu kembali normal," menurut pernyataan tersebut. Borno, yang dilanda serangan-serangan pemberontak dan juga operasi militer, merupakan satu di antara tiga negara bagian yang saat ini berada dalam keadaan darurat sementara pasukan keamanan terus melancarkan serangan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
