Logo Header Antaranews Sumbar

35 Tewas Dalam Bentrokan di Burundi

Kamis, 1 Januari 2015 07:53 WIB
Image Print

BUJUMBURA, (Antara/AFP) -Setidaknya 35 orang Rabudikonfirmasi tewas dalam bentrokan antara tentara Burundi dan anggotasatu kelompok pemberontak tak dikenal di dekat perbatasan Republik Demokratik Kongo, kata seorang pejabat, Rabu. "Kami sejauh ini menemukan 34 mayat penyerang. Di sisi kami, kami telah kehilangan seorang tentara," kata seorang pejabat tinggi militer Burundi kepada AFP, sehari setelah kelompok pemberontakmeluncurkan serangan terhadap negara Afrika tengah itu. "Pasukan keamanan masih menyisir daerah di mana ada pertempurandan lembah-lembah di mana para anggota kelompok bersenjata ini bersembunyi," tambahnya. Beberapa penduduk daerah, mengatakan mereka percaya jumlah korban di pihak pemerintah lebih tinggi, dengan setidaknya lima tentara dilaporkan telah dibunuh. Pejabat Burundi dan saksi mata mengatakan kelompok sekitar 200 pemberontak menyeberang ke ibu kota Provinsi Cibitoke utara Bujumbura Senin malam. Mereka menyeberang ke negara itu dari daerah Kivu DRC timur,daerah kronis tidak stabil dan kaya sumber daya alam yang merupakan rumah bagi puluhan kelompok pemberontak. Pasukan keamanan kemudian berjuang untuk mencegah kelompok dari mencapai hutan Kibira, daerah yang digunakan di masa lalu oleh kelompok pemberontak sebagai pangkalan untuk serangan tahap lebih lanjut di Burundi. Serangan sebelumnya di wilayah perbatasan Burundi telah diklaim oleh pecahan Fraksi Angkatan Pembebasan Nasional (FNL), yang bernama lengkap Partai Pembebasan Rakyat Hutu. Bagian utama dari FNL - kelompok yang sangat disiplin terkenal untuk menyanyi himne saat mereka melakukan serangan - menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah Burundi pada tahun 2009 dan sejak itu menjadi partai politik. Para pemberontak yang masih berjuang mengklaim serangkaian serangan tahun ini, terakhir pada Oktober ketika mereka mengklaim telah menewaskan enam tentara, dan bersumpah untuk "mengintensifkan" serangan mereka menjelang pemilihan presiden Juni 2015. Kelompok ini, membantah mereka berada di belakang serangan terbaru. Burundi, negara kecil di wilayah Great Lakes Afrika, muncul pada tahun 2006 setelah 13 tahun perang saudara yang brutal dan iklim politiknya tetap gelisah menjelang pemilu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026