Logo Header Antaranews Sumbar

Rupiah Kamis Sore Melemah Didorong Data Inflasi

Kamis, 1 Agustus 2013 16:54 WIB
Image Print
Rupiah. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Mata uang rupiah kembali melanjutkan pelemahan sebesar 10 poin didorong oleh data inflasi Juli yang dinilai tinggi sebesar 3,29 persen. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp10.290 dibanding sebelumnya di posisi Rp10.280 per dolar AS. "Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS seiring dengan data inflasi yang melebihi ekspektasi di kisaran 2,3--2,5 persen, namun ternyata menembus tiga persen pada Juli 2013," kata Kepala Riset trust Securities Reza Priyambada. Ia menambahkan masih adanya aksi mengamankan posisi terhadap nilai aset dari pelaku pasar membuat dolar AS akan cenderung berada dalam area positif. "Sentimen yang ada masih mendorong pelaku pasar menempatkan dananya dalam bentuk dolar AS," katanya. Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir menambahkan ekspansi manufaktur China dan keputusan The Fed untuk tidak mengubah program pembelian obligasinya cukup meredakan tekanan rupiah. Ia menambahkan investor pasar uang sepertinya sudah mengantisipasi bahwa The Fed akan mempertahankan program stimulusnya, dan data pertumbuhan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal kedua yang melebihi ekspetasi juga menimbulkan optimisme semakin membaiknya perekonomian terbesar di dunia. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Kamis ini, tercatat mata uang rupiah bergerak melemah nilainya menjadi Rp10.288 dibanding posisi sebelumnya (31/7) Rp10.278 per dolar AS. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026