Logo Header Antaranews Sumbar

FED Pertahankan Program Pembelian Obligasi

Kamis, 1 Agustus 2013 06:25 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Bank sentral AS atau Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga mendekati nol dan program pembelian obligasi besar tidak berubah pada Rabu, karena pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia itu melaju pada kecepatan "sedang". Mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan akan terus membeli obligasi 85 miliar dolar AS per bulan untuk membantu menurunkan suku bunga jangka panjang yang telah membantu mendukung pertumbuhan, terutama dalam pemulihan pasar perumahan. Program pembelian obligasi telah mengisi kekosongan dalam perangkat Fed, setelah bank sentral memangkas suku bunga utama federal funds menjadi 0-0,25 persen pada Desember 2008 dan terus bertahan di sana. Sementara tidak ada yang memperkirakan kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut, para analis dikejutkan pernyataan yang tidak memberikan sinyal kapan dan bagaimana Fed akan mulai mengurangi pembelian asetnya. Banyak yang percaya langkah itu akan datang pada pertemuan Fed September. Menunjuk ke pertumbuhan ekonomi "pada kecepatan sedang selama paruh pertama tahun ini," FOMC mengatakan akan tetap membeli surat berharga berbasis KPR (hipotek) pada laju bulanan sebesar 40 miliar dolar AS dan surat berharga jangka panjang pada kecepatan 45 miliar dolar AS. Reinvestasi sekuritas berbasis KPR dan perpanjangan jatuh tempo surat utang pemerintah, Fed menegaskan, "akan menjaga tekanan turun pada suku bunga jangka panjang, mendukung pasar KPR dan membantu membuat kondisi keuangan lebih luas lebih akomodatif." Para pembuat kebijakan Fed tampak sedikit kurang optimis tentang ekonomi daripada pertemuan mereka pada 18-19 Juni. Dalam pernyataan mereka sebelumnya, perekonomian digambarkan sebagai berkembang pada "kecepatan moderat," yang sedikit lebih kuat daripada kecepatan "sedang." Meskipun sebagian besar FOMC mengulangi pernyataan bulan sebelumnya, mengutip membaiknya pasar pekerjaan dan sektor perumahan, saat ini para pejabat Fed mencatat "suku bunga KPR telah sedikit meningkat." Suku bunga telah naik dari terendah bersejarah setelah Fed pada Juni mengindikasikan pihaknya bisa mulai mengurangi program pembelian asetnya jika ekonomi terus membaik. The Fed juga mengangkat isu dampak inflasi saat ini melemah terhadap perekonomian. Bagian dari mandat ganda Fed menstabilkan harga dan memaksimumkan lapangan pekerjaan, panel mengakui "bahwa inflasi bertahan di bawah targetnya dua persen dapat menimbulkan risiko terhadap kinerja ekonomi." Bank sentral memproyeksikan inflasi akan bergerak kembali ke arah angka target itu dalam jangka menengah. The Fed menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan kebijakan moneter saat ini "untuk waktu yang cukup" setelah program pembelian aset berakhir "dan pemulihan ekonomi menguat." Pada pagi harinya, pemerintah melaporkan bahwa ekonomi AS tumbuh 1,7 persen pada kecepatan tahunan pada kuartal kedua. Namun langkah lamban tetap menandai akselerasi dari pertumbuhan 1,1 persen pada kuartal pertama dan pertumbuhan 0,1 persen pada kuartal keempat 2012. Bank sentral dan sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan akan meningkat di semester kedua tahun ini. The Fed mengulangi bahwa kebijakan moneter longgarnya akan sesuaiasalkan tingkat pengangguran tetap di atas 6,5 persen dan inflasi jangka panjang tetap tidak lebih dari 2,5 persen. Tetapi pihaknya kembali menegaskan bahwa Fed akan mempertahankan kebijakannya sampai prospek pasar tenaga kerja meningkat "secara substansial" dalam konteks stabilitas harga. Tingkat pengangguran mencapai 7,6 persen pada Juni. Laporan pekerjaan pemerintah untuk Juli pada Jumat (2/8), diperkirakan akan menunjukkan tingkat pengangguran semakin berkurang menjadi 7,5 persen. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026