
TPID Sumbar kendalikan inflasi lewat GNPIP
Jumat, 2 September 2022 17:31 WIB

Padang (ANTARA) -
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat melakukan pengendalian inflasi lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan memperkuat strategi dan sinergi bersama pemangku kepentingan terkait.
"Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat secara aktif terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi daerah dalam rangka menjaga inflasi yang rendah dan terkendali, salah satunya lewat GNPIP," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Jumat.
Menurut dia sejumlah upaya yang dilakukan mulai dari bersinergi dan berkoordinasi dengan tim pengendalian inflasi daerah sebagai rangkaian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Barat.
Kemudian melaksanakan kegiatan operasi pasar murah di wilayah kabupaten dan Kota antara lain di Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat serta di Kota Payakumbuh.
"Operasi pasar murah di Padang akan digelar pada 5 September 2022 dan daerah lain masih menunggu keputusan kepala daerah," kata dia.
Tidak hanya itu juga akan dilaksanakan Bazar Gelar Pangan Murah setiap hari oleh Toko Tani Indonesia Centre di Rumah Inflasi maupun di kelurahan di Kota Padang dengan mobil box keliling.
Ia berharap sinergi dan koordinasi TPID Provinsi, TPID Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dengan Pemerintah Pusat dapat terus ditingkatkan dalam rangka pengendalian inflasi.
Sebelumnya berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Sumbar pada Agustus 2022 Sumbar mengalami deflasi 0,95 persen setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi sejak awal tahun
Dengan demikian hingga saat ini inflasi tahun kalender di Sumbar pada rentang Agustus 2022 terhadap Desember 2021 mencapai 5,48 persen dan inflasi tahunan pada rentang Agustus 2022 terhadap Agustus 2021 7,11 persen.
Penurunan harga cabai merah, bawang merah dan cabai rawit menjadi pendorong deflasi yang disebabkan meningkatnya jumlah pasokan sejalan dengan mulai masuknya masa panen di wilayah sentra produksi lokal di Sumatera Barat, serta di wilayah asal pasokan lainnya di Pulau Jawa.
Lalu minyak goreng juga menjadi penyumbang deflasi tercatat mengalami penurunan harga didukung oleh kecukupan pasokan dan kestabilan permintaan di Sumatera Barat.
Angkutan udara mengalami deflasi yang disebabkan oleh normalisasi harga tiket usai lebaran Idul Adha dan masa libur sekolah.
Akan tetapi deflasi di Sumatera Barat yang lebih dalam tertahan oleh inflasi pada komoditas rokok kretek filter, beras, rokok kretek, sabun detergen bubuk/cair, dan telur ayam ras.
Inflasi aneka rokok baik rokok kretek filter maupun rokok kretek yang disebabkan oleh transmisi kenaikan cukai rokok rata-rata sebesar 12 persen pada 2022 mendorong kenaikan harga rokok secara gradual di tingkat eceran.
Komoditas beras mengalami inflasi disebabkan oleh kenaikan biaya produksi sejalan dengan peningkatan harga pupuk serta meningkatnya permintaan di tengah pencairan bantuan sosial ke masyarakat.
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
