
Rindu Baitullah berangkatkan Jamaah Umrah Korpri Padang
Kamis, 18 Agustus 2022 19:57 WIB

Padang (ANTARA) -
Biro perjalanan umrah Rindu Baitullah mendapatkan kepercayaan memberangkatkan jamaah umrah Korpri Kota Padang sebanyak 44 orang dengan total yang diberangkatkan sebanyak 72 orang termasuk anggota keluarga.
"ASN yang mendapatkan hadiah umrah ini, sudah diseleksi dengan ketat oleh pimpinan masing-masing dengan kriterianya mulai dari dedikasi, loyalitas, kinerja, dan hal lainnya," kata Wali Kota Padang, Hendri Septa di Padang, Kamis usai pelepasan jamaah umrah Korpri Kota Padang, yang akan berangkat 20 Agustus 2022.
Menurut dia untuk pemilihan ke depan tidak jauh beda. Tapi satu hal yang pasti, panggilan umrah adalah panggilan istimewa Allah SWT untuk hamba-hambanya. Jadi mereka yang dipilih Allah saja yang bisa berangkat umrah," katanya
Ia menyebutkan ada 9.000 ASN di kota Padang, diharapkan tidak ada unsur KKN dalam pemilihannya nanti. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan para ASN pada Pemko Padang.
Hendri menceritakan pengalaman saat pertama kali umrah namun masih fokus dengan pekerjaan.
"Selama di Tanah Suci saya masih fokus bekerja Pulang dari sana saya diberi ujian, dengan bangkrutnya banyak usaha saya," ujarnya.
Sejak saat itu, ia bertekad untuk memperbaiki diri dengan umrah lagi dan fokus ibadah serta meninggalkan urusan dunia untuk sementara.
"Alhamdulillah saya mendapatkan ketenangan dan bisnis saya kembali bangkit. Jadi nasihat saya, fokus beribadah, begitu menginjakkan kaki di Tanah Suci. Jangan banyak berinteraksi lagi dengan HP," ujarnya.
Sementara Direktur utama PT Rindu Baitullah, Epi Santoso, mengatakan harusnya jamaah umrah ini sudah berangkat 22 Maret 2020. Namun karena pandemi COVID-19, jamaah akhirnya tertunda berangkat selama 2,5 tahun dan baru bisa berangkat sekarang.
"Awalnya direncanakan terbang langsung dari Padang ke Madinah, namun karena ada masalah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang belum ada izin terbang internasional, akhirnya jamaah harus transit dulu di Jakarta," katanya.
Karena masalah ini, harus terjadi penyesuaian biaya sehingga jamaah harus menambah Rp2,3 juta per orang untuk biaya transportasi Padang Jakarta. Sisanya sebanyak 300.000 airport tax dan Rp1 juta kenaikan tiket internasional, ditanggung Rindu Baitullah.
"Kami juga sudah menanggung dampak kenaikan harga dolar, visa juga sudah naik, dan airport tax. Yang tidak bisa ditanggung lagi kenaikan tiket internasional karena naiknya harga avtur, sebanyak Rp1 juta per jamaah dan tiket padang Jakarta Rp2,3 juta per orang, jadi untuk selanjutnya jamaah menambah Rp3,3 juta," katanya.
Kondisi ini menurutnya tidak jelas sampai kapan akan berakhir. Maskapai sendiri selalu siap, untuk bisa kembali terbang dari Padang - Madinah, tidak lagi transit di Jakarta.
"Semoga Rindu Baitullah terus mendapat kepercayaan Korpri di masa mendatang. Kami akan melayani sepenuh hati, dari mulai berangkat sampai kembali lagi ke Padang," katanya.
Sedangkan Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Padang, Didi Aryadi, mengatakan rencananya berangkat 2019, karena pandemi akhirnya ditunda. Alhamdulillah mendapat kloter pertama umrah setelah musim haji.
"Mereka adalah ASN berprestasi di institusi masing-masing, diusulkan oleh masing-masing pemimpin Korpri," katanya.
Sementara Ketua DP Korpri Sumbar Andri Yulika, menasehati agar semua jamaah fokus untuk beribadah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah didapat, karena belum tentu akan ada waktu lagi untuk mengulanginya.
Sedangkan Ketua DP Nasional Korpri Reydonnyzar Moenek juga mengharapkan para jamaah umrah pulang dengan predikat umrah yang mabrur.
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
