Logo Header Antaranews Sumbar

Pejabat: Lebih 230 Tahanan di Pakistan Melarikan Diri

Selasa, 30 Juli 2013 11:02 WIB
Image Print

Peshawar, (Antara/AFP) - Lebih dari 230 narapidana termasuk militan melarikan diri pada Senin setelah serangan tentara pemberontak Taliban menggunakan mortil dan granat roket menyerang penjara di barat laut Pakistan, kata pejabat di negara tersebut. Setidaknya 12 orang termasuk empat polisi tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan di Dera Ismail Khan, kata pejabat senior pemerintah Mushtaq Jadoon kepada stasiun televisi ARY News. "Totalnya 243 narapidana melarikan diri, enam diantara mereka ditangkap polisi. 30 diantara yang melarikan diri adalah militan," katanya. Serangan menargetkan Pusat Penjara di Dera Ismail Khan, sebuah kota di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dekat dengan wilayah tanpa hukum berbatasan dengan Afghanistan yang merupakan tempat aktif jaringan pemberontak Taliban dan Al Qaeda. Jadoon mengatakan para militan telah menanam puluhan alat peledak di penjara dan 14 diantaranya sejauh ini telah dijinakkan. "Polisi dan agen penegak hukum sedang sibuk membersihkan penjara," ujarnya. Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam di kota dan meminta para warga untuk tinggal di dalam rumah. "Melalui media, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tinggal di dalam rumah. Hal ini untuk menghindari kerugian apabila tentara, polisi dan paramiliter mengambil tindakan apapun," dia menambahkan. Jadoon mengatakan sekitar 50 sampai 60 minitan berhasil masuk ke dalam penjara dan yang lainnya menembakkan roket dari luar. "Pertama mereka menghancurkan kendaraan lapis baja polisi yang diparkir di gerbang depan. Dan dua polisi tewas dalam serangan roket tersebut," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026