Logo Header Antaranews Sumbar

Ruhut Puji Sikap Presiden Tak Tanggapi FPI

Kamis, 25 Juli 2013 18:53 WIB
Image Print
Ruhut Sitompul. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memuji sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak menanggapi pernyataan dari pimpinan Ormas Front Pembela Islam (FPI). "Saya bangga, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak terpancing oleh pernyataan pimpinan FPI yang kurang pantas," kata Ruhut Sitompul pada diskusi "Dialektika Demokrasi: Ada Apa SBY vs FPI" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis. Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah Budayawan Ridwan Saidi. Menurut dia, Presiden Yudhoyono sangat menghargai demokrasi dan menghormati hukum, sehingga jika ada pernyataan atau tindakan yang diduga melanggar hukum maka aparat penegak hukum yang seharusnya tanggap untuk memprosesnya sesuai prosedur hukum. "Saya bangga dengan sikap Pak SBY dalam menghadapi FPI itu. Sebagai kepala negara, selayaknya beliau bersikap demikian," kata Ruhut. Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, Presiden Yudhoyono pernah mengatakan dalam era demokrasi semua pihak memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat yang bertanggung jawab. Kalau ada pimpinan Ormas yang berani melontarkan kata-kata yang kurang pantas kepada kepala negara, maka aparat penegak hukum yang seharusnya tanggap untuk menindaklanjutinya. Sementara itu, Budayawan Ridwan Saidi mengatakan Presiden Yudhoyono afalah kepala negara dan merupakan simbol negara. Karena itu, dia menyayangkan ada pimpinan Ormas yang berani melontarkan kata-kata kurang pantas kepada Presiden Yudhoyono. "Pernyataan yang kurang pantas kepada kepala negara sudah merendahkan negara," kata Ridwan. Apalagi, kata dia, Indonesia adalah negara yang memiliki budaya tinggi dan menjunjung tinggi etika dan kesantunan. Menurut Ridwan, seluruh warga negara Indonesia harus menghormati kepala negaranya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026