Warga Sumut diminta waspadai hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir

id Bmkg,bencana banjir,prakiraan cuaca

Warga Sumut diminta waspadai hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir

BMKG ingatkan waspada potensi hujan lebat di sejumlah provinsi. Luapan Sungai Kayan akibat hujan lebat, pekan lalu. (ANTARA/iskandar Zulkarnaen)

Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat di kawasan pegunungan di Sumatera Utara yang dapat menyebabkan banjir.

"Waspadai hujan lebat yang dapat disertai angin kencang di pegunungan, lereng barat dan lereng timur yang dapat berpotensi mengakibatkan longsor dan banjir," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Martha R. Manurung di Medan, Rabu.

Secara umum cuaca di Sumut Rabu siang berawan dan berpotensi hujan sedang hingga lebat terjadi wilayah Karo, Kepulauan Nias, Dairi, Tapanuli Utara, Humbanghasundutan, Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, dan sekitarnya

Malam hari berpotensi hujan ringan-sedang terjadi di Mandailing Natal, Karo, Kepulauan Nias, Dairi, Tapanuli Utara, Humbanghasundutan, Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, dan sekitarnyaSuhu Udara 17.0-32.0 derajat Celcius, kelembapan udara 60–98 persen, angin berhembus dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan 10 – 30 km/jam.

Sementara berdasarkan pantauan sensor modis melalui Satelit Tera, Aqua, SNPP dan NOAA20 terpantau 15 titik panas di Provinsi Sumatera Utara pada Rabu.

Ke-15 titik panas tersebut masing-masing terpantau satu titik di Kabupaten Deli Serdang, satu di Dairi, satu di Humbang Hasundutan, satu titik di Labuhanbatu, satu titik di Padanglawas dan satu titik di Serdang Bedagai.

Kemudian titik panas juga terpantau dua titik di Kabupaten Mandailing Natal, dua titik di Padang Lawas, tiga titik di Samosir dan dua titik di Tapanuli Selatan.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.