Logo Header Antaranews Sumbar

PMI tekankan pentingnya tim penyelamat di destinasi wisata

Rabu, 4 Mei 2022 16:52 WIB
Image Print
PMI Pasaman Barat menilai pentingnya tim keselamatan wisata air pada Kelompok Sadar Wisata yang ada. (ANTARA/Altas Maulana)

Simpang Empat (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menekankan penting adanya tim keselamatan dari kelompok sadar wisata yang ada di daerah itu untuk upaya penyelamatan jika terjadi kecelakaan.

"Kita berharap agar setiap kelompok atau panitia yg mengadakan kegiatan wisata khususnya wisata air yang termasuk beresiko agar dibentuk semacam tim keselamatan dari pemuda atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat," kata Kepala Markas PMI Pasaman Barat Rida Warsa di Simpang Empat, Rabu.
Ia mengatakan saat ini Pasaman Barat banyak memiliki wisata berbasis air seperti pantai, air terjun, bendungan bahkan waterboom.
Untuk itu, katanya sangat diperlukan pembentukan tim keselamatan di setiap Pokdarwis yang ada dari pemuda atau warga setempat.
"Kita dari PMI siap memberikan bersedia memberikan ilmu pertolongan pertama dan dari Basarnas (ilmu Water Rescue) siap juga untuk melatih mereka secara gratis," katanya.
Ia menilai dengan adanya kejadian ada empat orang wisatawan yang meninggal dunia pada Selasa (3/5) kemarin maka adanya tim keselamatan harus menjadi perhatian kedepannya.
"Jika disetiap Pokdarwis ada tim keselamatan yang telah memperoleh bekal atau ilmu pertolongan maka kita bisa meminimalisir kecelakaan yang ada," sebutnya.
Pada Selasa (3/5), empat orang pengunjung pada dua objek wisata ditemukan meninggal dunia.
Ia mengatakan tiga orang korban itu ditemukan di objek wisata Pantai Sikabau Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka adalah pria inisial F (42), seorang mahasiswa inisial TY (28) dan seorang petani A (52).
Sementara itu satu orang pelajar ditemukan meninggal dunia di objek wisata Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang inisial RH (16).
Keempat pengunjung diduga pergi liburan ke dua lokasi objek wisata itu pada Selasa (3/5) siang.
Diduga saat itu pengunjung ramai mandi-mandi dan diduga korban hanyut atau tenggelam sehingga berkemungkinan kram atau korban tidak bisa berenang.*



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026