Logo Header Antaranews Sumbar

Ancaman anti narkoba, diperlukan sinersitas semua pihak di Pasaman Barat

Kamis, 31 Maret 2022 20:57 WIB
Image Print
​​​​​​​Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto bersama BNNK Pasaman Barat saat menggelar rapat koordinasi upaya pemberantasan narkoba di daerah itu. (Antara/Altas Maulana)

Simpang Empat (ANTARA) - Wakil Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat Risnawanto menegaskan perlunya kolaborasi dari semua pihak untuk memberantas peredaran narkoba di daerah itu.

"Untuk menyelamatkan generasi muda, perlu adanya kolaborasi dari semua pihak dan pihak terkait lainnya untuk menghindari ancaman narkoba," katanya usai rapat koordinasi pengembangan dan pembinaan Kabupaten/Kota tanggap ancaman anti narkoba di Simpang Empat, Kamis.

Untuk itu, katanya camat, wali nagari, jorong, bamus, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, ninik mamak, bundo kanduang, semua perlu disinergikan. Sehingga program dan target Pasaman Barat yang bersih dari narkoba akan dapat diraih nantinya.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang ada, sekarang anak-anak sekolah sudah ada yang menjadi pengguna narkoba.

Untuk itu, ia meminta agar target tidak hanya kepada pengedar saja tapi juga kepada pemakai.

"Kerjasama harus kita dijalin dengan bapak ibu guru maupun dengan orang tua serta dengan pihak terkait seperti dinas pendidikan, agar generasi muda kita tidak terlalu jauh terjerumus dalam pengaruh negatif terutama narkoba ini," tegasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pasaman Barat Harnina Syahputri juga menegaskan semua program harus disingkronkan untuk mendukung pencegahan peredaran narkoba dan memperkuat Pasaman Barat menjadi tanggap ancaman anti narkoba.

Tak hanya programnya, namun semua pihak juga harus bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba di Pasaman Barat.

"Agar kita tangguh, kita harus mengsikronkan semua program yang ada," ujarnya.

Menurutnya wali nagari atau kepala desa harus menganggarkan anggaran untuk membuat lapangan olahraga dan mengaktifkan kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Sebab, katanya ancaman narkoba, mayoritas pada anak sekolah dan perguruan tinggi.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional Pasaman Barat Irwan Effenry menjelaskan rapat koordinasi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ketanggapan suatu kabupaten/kota dalam menghadapi ancaman narkoba.

"Kita harus memperkuat kemampuan antisipasi adaptasi dan mitigasi daerah agar Pasaman Barat menjadi kabupaten tanggap ancaman anti narkoba," harapnya.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil survei dari BNN dan LIPI prevalensi penyalahan narkoba pada 2019 secara nasional adalah 1,80 persen setara dengan 3.419.188 orang penduduk.

Kejahatan narkoba apabila tidak ditanggulangi, maka akan menjadi senjata melumpuhkan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.***2***



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026