Logo Header Antaranews Sumbar

Rakornas Dewan Da'wah carikan solusi perkuat akidah dan ekonomi umat

Minggu, 27 Februari 2022 15:09 WIB
Image Print
Rakornas Dewan Dakwah di Padang. (Antara/HO)

Padang (ANTARA) - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan haflah tasyakur 55 Tahun Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia sukses dilaksanakan di Padang selama 3 hari, 24 - 26 Februari 2022.

Rangkaian kegiatan Rakornas ini dimulai dari prarakornas, Rakornas dan Haflah Tasyakur yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di auditorium gubernuran.

Gubernur Sumbar juga melakukan penandatanganan prasasti Rumah Sejarah tempat kelahiran M Natsir yang menjadi pendiri Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia.

Ketua Pemuda Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Dede Ruba'i yang juga Ketua OC kegiatan tersebut saat haflah tasyakur dan seminar nasional mengawal NKRI, Merawat Amanat Mohammad Natsir yang disampaikan anggota MPR RI, Hidayat Nur Wahid di Padang, Sabtu mengatakan, persoalan umat dan bangsa semakin rumit saat pandemi COVID-19 ini.

Ia menilai hampir seluruh sektor kehidupan mengalami penurunan dan kemunduran signifikan akibat pandemi COVID-19, sehingga ketahanan umat rapuh.

Oleh sebab itu, Dewan Da'wah ke depan harus mampu hadir memberikan solusi bagi masyarakat atas persoalan ekonomi pasca pandemi. Sehingga, da'wah yang ditampilkan betul-betul mampu memberikan solusi bukan hanya bersifat ukhrawi tetapi juga duniawi. Dengan demikian akan berdampak pada menguatkan ekonomi Indonesia secara umum.

Artinya Dewan Da'wah bisa membangkitkan kemandirian umat sekaligus memperkuat kemandirian Dewan Da'wah itu sendiri.

Lebih jauh disebutkan, pada Haflah tasyakur 55 tahun ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kiprah 55 Tahun Dewan Da'wah telah berkiprah di tengah - tengah masyarakat yang berkiprah dalam bidang pendidikan, kaderisasi da'i, sosial, bencana alam, kesehatan, menguatkan akidah dari gerakan pemurtadan dan kristenisasi hingga gerakan da'wah dalam upaya membina keluarga dan generasi muda.

"Rakornas Dewan Da'wah ini merupakan sebagai ajang silaturahmi nasional yang dihadiri oleh para da'i dan pengurus Dewan Da'wah tingkat provinsi se Indonesia. Tujuannya untuk membangun komitmen, koordinasi dan sosialisasi program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2022," kata Dede.

Ia menyampaikan dalam rakornas ini Dewan Da'wah memiliki target terbangunnya koordinasi, komunikasi dan kesatuan pandangan tentang gerakan da'wah yang dijalankan, terbentuknya kerjasama da'wah antara pusat dan wilayah dengan pemerintah dan lembaga pendukung da'wah lainnya.

Sementara Ketua Pemuda Dewan Da'wah Sumbar Jimmy Sah Putra Ginting yang juga ketua panitia mengatakan, pada kegiatan Haflah Tasyakur ini juga dilaunching Persatuan Da'i Dewan Da'wah (Persada) sebagai suatu wadah baru bagi Da'i Dewan Da'wah yang selama ini telah berjuang dan berkiprah. Sehingga dengan adanya wadah ini kerja da'wah para da'i secara personal bisa disinergikan antara sesama da'i maupun dengan orang atau komunitas di luar Dewan Da'wah.

Selain itu juga adanya penganugerahan Dewan Da'wah Award sebagai upaya Dewan Da'wah memberikan apresiasi kepada orang-orang yang dianggap penting atas keberhasilan da'wah baik bagi Dewan Da'wah secara khusus maupun secara umum. Dengan demikian dapat memotivasi bagi yang lain juga ke depannya dapat bersinergi dalam amal da'wah nantinya.

Ia menambahkan Dewan Da'wah tersebar pada 34 provinsi dengan banyaknya hadir pondok pesantren dan amal usaha.

Nama tokoh Da'i yang mendapat Dewan Da'wah Award antara lain Jusuf Kalla selaku tokoh pembina masjid nasional, Prof Datuk Sidik Fadzil Tokoh Da'i Internasional, Prof Sohirin Moh. Solihin Tokoh da'i Internasional, , Nurhayati Subakat Ibunda Para Da'i Satono, Dai Birokrat Alumni STID Mohammad Natsir, KH. Syuhada Bahri Tokoh Da'i Pedalaman, Mahyeldi Tokoh Da'i Pemimpin Daerah.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026